Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Rumah Sakit Indonesia Incar Pasien Asing Lewat Health Tourism, Kemenkes Dorong Kolaborasi Lintas Kementerian

Azhar menilai, pengembangan wisata medis tidak dapat hanya mengandalkan rumah sakit dan tenaga kesehatan. Keterlibatan berbagai sektor diperlukan untuk membangun ekosistem pelayanan yang terintegrasi.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes, Azhar Jaya

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebut pengembangan wisata medis atau health tourism di Indonesia membutuhkan kolaborasi lintas kementerian dan lembaga untuk menarik lebih banyak pasien asing berobat ke Tanah Air.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes Azhar Jaya mengatakan, saat ini layanan health tourism di Indonesia sudah berjalan di sejumlah daerah.

Jadi sebenarnya hospital tourism itu sudah mulai terjadi, cuma sifatnya masih bersifat sporadis,”

kata Azhar dalam kegiatan Diplomatic Hospital Visit di RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.

Azhar juga mencontohkan ada sejumlah dokter gigi di Bali yang telah menerima pasien dari Australia, ada juga Rumah Sakit Ben Mboi di Kupang yang melayani pasien asal Timor-Leste, dan rumah sakit di Batam mulai menerima pasien dari Singapura.

Iklan

Menurutnya, kondisi ini merupakan peluang yang perlu dikembangkan melalui kerja sama berbagai kementerian, termasuk Kemenkes, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Perhubungan.

Selain layanan kesehatan, pengembangan wisata medis juga membutuhkan dukungan sektor imigrasi, transportasi, perhotelan, dan kebijakan fiskal. Dukungan tersebut diperlukan untuk mempermudah akses pasien asing sejak kedatangan hingga memperoleh layanan pengobatan.

Azhar menilai, pengembangan wisata medis tidak dapat hanya mengandalkan rumah sakit dan tenaga kesehatan. Keterlibatan berbagai sektor diperlukan untuk membangun ekosistem pelayanan yang terintegrasi.

Selain itu, direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan Maya Marinda Montain mengatakan pengenalan kemampuan rumah sakit Indonesia kepada perwakilan diplomatik menjadi salah satu upaya memperluas kerja sama internasional sekaligus memperkenalkan health tourism.

Maya menilai, pengembangan wisata medis juga perlu didukung peningkatan akses layanan, hasil klinis (clinical outcome), serta keterlibatan institusi terkait.

Diperlukan juga koordinasi lintas sektor agar layanan kesehatan Indonesia dapat terhubung dengan kebutuhan pasien dari luar negeri.

Melalui kolaborasi tersebut, pemerintah berharap pengembangan wisata medis tidak hanya berfokus pada promosi rumah sakit, tetapi juga membangun sistem pelayanan yang terintegrasi bagi pasien internasional.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Mengenal TEER, Prosedur Modern untuk Menangani Kebocoran Katup Mitral

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal