Pengurus koperasi membawa perlengkapan mobil pick up saat penyerahan kendaraan operaslional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) di Temanggung. (Foto: ANTARA FOTO/Anis Efizudin).
Kendaraan roda tiga bak terbuka biasanya identik dengan angkutan barang. Namun, sebuah Viar milik Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) justru terlihat berkeliling menjajakan sembako, mulai dari minyak goreng, tepung, bumbu dapur, hingga sabun.
Sejumlah ibu-ibu juga tampak menghampiri kendaraan tersebut untuk membeli kebutuhan sehari-hari, persis seperti saat berbelanja kepada tukang sayur keliling.
Pemandangan itu terekam dalam video yang diunggah akun Instagram @feedmedsos. Aktivitas ini pun mengundang beragam komentar dari netizen.
Iklan
Dalam video tersebut, seorang pria terlihat mengemudikan kendaraan bak terbuka itu. Sementara itu, dua perempuan berada di bagian belakang bersama barang-barang yang dijual kepada warga.
Akun @feedmedsos juga menyertakan keterangan singkat dalam unggahannya, yakni “Kopdesling koperasi desa keliling“.
Namun, pemandangan tersebut justru mengundang beragam komentar dari netizen. Sebagian mempertanyakan fungsi bangunan fisik koperasi jika aktivitas penjualan dilakukan secara berkeliling.
Terus apa guannya ada bangunana fisik kalau dibuat sistem keliling? Apa supaya ada anggaran lain lain lagi?”
tanya akun @coky86188.
Ada pula netizen yang menilai konsep penjualan tersebut berpotensi menjadi pesaing pedagang sayur keliling yang selama ini melayani kebutuhan warga.
Jadi saingan tukang sayur kliling..gila ni negara,”
komentar akun @fajrkun.
Sementara itu, akun @yanfitrii melontarkan candaan dengan membayangkan jika seluruh kendaraan koperasi ikut berkeliling secara bersamaan.
Kalau tiap kopdes keluar semua bisa kek karnaval,”
tulisnya.
Komentar bernada gurauan juga datang dari akun @bupati.mjk_mas_al yang menduga kendaraan tersebut sedang digunakan untuk memperkenalkan produk kepada warga.
Mungkin dia lagi nyales dulu.. perkenalan harga” ke warga,”
tulisnya.
Tak ketinggalan, akun @mwus_lim menyindir kemungkinan persaingan dengan pedagang keliling yang sudah lebih dulu berjualan di lingkungan masyarakat.