Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Bibir Kering dan Pecah-Pecah Tak Kunjung Hilang? Ini Cara Mengatasinya yang Tepat

Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap sebagai masalah sepele yang cukup diatasi dengan mengoleskan lip balm.

Mengaplikasikan lip balm
Mengaplikasikan lip balm (Foto: Magnific/rawpixel.com)

Bibir kering dan pecah-pecah sering dianggap sebagai masalah sepele yang cukup diatasi dengan mengoleskan lip balm.

Padahal, kebiasaan sehari-hari, paparan sinar matahari, hingga kandungan produk perawatan bibir tertentu dapat memperburuk kondisi tersebut.

Melansir dari laman American Academy of Dermatology (AAD), bibir kering dapat ditangani dengan perawatan sederhana, seperti menggunakan pelembap yang tepat dan menghindari kebiasaan menjilat bibir. Jika dilakukan secara konsisten, langkah ini dapat membantu memperbaiki kondisi bibir.

Iklan

Gunakan Lip Balm

Tidak semua lip balm cocok untuk bibir yang sedang kering atau pecah-pecah. Pilih produk yang mengandung petrolatum, ceramide, dimethicone, atau shea butter untuk membantu menjaga kelembapan dan melindungi lapisan permukaan bibir.

AAD juga menyarankan penggunaan produk tanpa pewangi dan bahan yang berpotensi mengiritasi. Hindari lip balm yang menimbulkan sensasi panas, perih, atau menyengat karena reaksi tersebut bukan tanda bahwa produk sedang bekerja.

Untuk bibir yang sangat kering hingga pecah-pecah, salep berbahan white petroleum jelly dapat menjadi pilihan karena membantu mengunci kelembapan lebih lama.

Jangan Menjilat Bibir

Menjilat bibir mungkin terasa membantu ketika permukaannya mulai kering. Namun, kebiasaan ini justru dapat memperburuk kondisi bibir.

Jurnal Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology pada 2021 membahas bagaimana kebiasaan menjilat bibir dapat memicu lip-licking dermatitis.

Air liur mengandung enzim pencernaan yang dapat mengganggu lapisan pelindung bibir. Ketika air liur menguap, bibir pun bisa terasa semakin kering.

Sebagai gantinya, segera oleskan lip balm ketika bibir mulai terasa kencang atau kering. Hindari pula menggigit dan mengelupas kulit bibir karena dapat menyebabkan luka serta memperlambat pemulihan.

Paparan Sinar Ultraviolet

Paparan sinar ultraviolet tidak hanya berdampak pada kulit wajah, tetapi juga dapat merusak permukaan bibir. Karena itu, perlindungan terhadap sinar matahari menjadi bagian penting dalam perawatan bibir.

AAD merekomendasikan lip balm dengan SPF minimal 30 saat beraktivitas di luar ruangan. Pilih produk yang mengandung pelindung UV, seperti zinc oxide atau titanium dioxide, dan aplikasikan ulang setiap dua jam selama berada di luar ruangan.

Langkah ini membantu melindungi bibir dari paparan sinar matahari yang dapat memperburuk kekeringan dan iritasi.

Penuhi Kebutuhan Cairan

Kurang minum dapat menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap bibir kering, terutama jika disertai tanda dehidrasi lainnya.

Oleh karena itu, menjaga asupan cairan tetap penting untuk mendukung kesehatan tubuh secara keseluruhan.

Namun, bibir kering tidak selalu berarti tubuh kekurangan cairan. Faktor lain, seperti cuaca, paparan sinar matahari, kebiasaan menjilat bibir, dan iritasi produk kosmetik, juga perlu diperhatikan. Jadi, minum air yang cukup sebaiknya disertai perawatan bibir yang sesuai agar hasilnya lebih optimal.

Produk yang Dihindari

Bibir memiliki lapisan pelindung yang relatif rentan terhadap iritasi. Saat bibir sedang pecah-pecah, penggunaan produk dengan kandungan tertentu justru dapat memperparah keluhan.

Beberapa bahan yang disarankan untuk dihindari ketika bibir sedang kering antara lain mentol, kamper, eucalyptus, pewangi, serta perasa mint atau kayu manis. Kandungan tersebut dapat menimbulkan iritasi pada sebagian orang.

Jika bibir terasa semakin perih setelah menggunakan lipstick, lip tint, atau lip balm tertentu, hentikan pemakaian sementara. Gunakan produk perawatan sederhana tanpa pewangi hingga kondisi bibir membaik.

Iklan