Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Hujan Mulai Guyur Sejumlah Daerah, Ini Persiapan yang Tak Boleh Diabaikan

Masyarakat perlu mempersiapkan diri menghadapi musim hujan dengan menyiapkan perlengkapan hujan, menjaga kebersihan lingkungan, dan mewaspadai risiko banjir serta cuaca ekstrem.

Hujan
Ilustrasi hujan (Foto: Unsplash/Yeh Xintong)

Hujan mulai mengguyur sejumlah wilayah Indonesia meskipun kondisi panas dan kering masih mendominasi sebagian daerah.

Perubahan cuaca ini perlu diantisipasi masyarakat, terutama mereka yang memiliki aktivitas padat di luar rumah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam laporan 27 Oktober 2026 menyebutkan bahwa sebagian besar wilayah Sumatera bagian utara telah memasuki musim hujan, termasuk Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat bagian utara, dan Riau bagian utara.

Iklan

BMKG juga menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat pada 27–29 Oktober 2026 untuk sejumlah wilayah, antara lain Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur.

Kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya melakukan persiapan sejak dini untuk mengurangi risiko akibat hujan deras, genangan air, hingga angin kencang.

Persiapan Hujan

Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat untuk menghadapi hujan.

1. Periksa Prakiraan Cuaca

Informasi cuaca dapat diperoleh melalui aplikasi InfoBMKG maupun situs resmi BMKG. Perhatikan pula peringatan dini hujan lebat, angin kencang, dan petir agar perjalanan dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca.

2. Siapkan Perlengkapan Hujan dalam Tas

Payung atau jas hujan menjadi perlengkapan penting yang sebaiknya selalu tersedia ketika bepergian. Selain itu, masyarakat dapat menyiapkan kantong kedap air untuk melindungi barang elektronik, dokumen, dan perlengkapan penting lainnya.

Penggunaan alas kaki dengan sol antiselip juga dapat membantu mengurangi risiko terpeleset ketika melewati permukaan yang basah.

3. Periksa Saluran Air di Sekitar Rumah

Persiapan menghadapi hujan tidak hanya dilakukan ketika bepergian, tetapi juga perlu dimulai dari lingkungan rumah. Pastikan talang dan saluran pembuangan air tidak tersumbat oleh sampah maupun tumpukan dedaunan.

4. Hindari Berteduh di Bawah Pohon

Pohon berisiko tersambar petir, sedangkan ranting atau batangnya dapat patah akibat terpaan angin. Ketika terdengar suara guntur, segera cari perlindungan di dalam bangunan tertutup atau kendaraan beratap keras. Hindari pula area terbuka dan genangan air.

5. Jaga Kebersihan Rumah

Kementerian Kesehatan menganjurkan penerapan 3M Plus sebagai langkah pencegahan demam berdarah dengue (DBD), yakni menguras tempat penampungan air, menutupnya dengan rapat, serta mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menampung air.

Selain itu, hindari kontak langsung dengan air banjir karena berpotensi terkontaminasi kotoran maupun mikroorganisme penyebab penyakit.

6. Siapkan Perlengkapan Darurat di Rumah

Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir sebaiknya mulai menyiapkan tas darurat berisi dokumen penting, obat-obatan pribadi, senter, makanan tahan lama, air minum, dan pengisi daya portabel.

Letakkan perlengkapan tersebut di tempat yang mudah dijangkau agar dapat segera dibawa apabila terjadi kondisi darurat.

Terakhir, pastikan anggota keluarga mengetahui jalur evakuasi dan selalu mengikuti arahan petugas ketika muncul peringatan potensi bencana.

Persiapan sederhana ini penting dilakukan tanpa harus menunggu hujan deras atau banjir terjadi di lingkungan tempat tinggal.

Iklan