Kami siapkan anggaran Rp300 miliar untuk benih jagung. Tahun depan kami anggarkan lagi Rp300 miliar, sehingga totalnya Rp600 miliar. Ini demi peternak ayam Indonesia dan peternak ayam petelur,”
kata Amran dikutip dari laman Kementan, Kamis, 29 Oktober 2026.
Membangun Rantai Pasok
Program ini juga ditujukan untuk membangun rantai pasok yang menghubungkan antara petani jagung, koperasi, kelompok peternak, dan Perum Bulog.
Amran menyebut kebutuhan jagung untuk peternak mencapai sekitar 1,8 juta ton. Untuk memperkuat pasokan, pemerintah menargetkan pengembangan penanaman jagung hingga 300 ribu hektare.
Dalam skema ini, kelompok tani akan dibina untuk memasok jagung kepada kelompok peternak. Koperasi bertugas mengorganisasi petani dan memperkuat kemitraan, sedangkan Bulog direncanakan menyerap hasil panen yang melebihi kebutuhan mitra.
Jagung yang ditanam petani binaan itu nantinya diserap oleh kelompoknya. Kalau berlebih, langsung dibeli oleh Bulog,”
ujar Amran.
Amran mengingatkan bahwa keberhasilan skema ini tidak hanya ditentukan oleh besarnya anggaran dan luas lahan tanam, tetapi juga kepastian harga beli, kualitas jagung, waktu penyerapan, dan kelancaran pembayaran.
Ia meminta pemerintah daerah mengawasi pelaksanaan kemitraan agar bantuan tepat sasaran. Amran juga menyatakan Satgas Pangan dan instansi terkait akan dilibatkan untuk menindak pelanggaran sesuai kewenangannya.