Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Bukan Malas Kerja! Survei KedaiKOPI Ungkap 74,7 Persen Anak Muda Kesulitan Cari Pekerjaan

Survei KedaiKOPI mengungkap 84,8 persen pemuda sering kehabisan uang sebelum akhir bulan. Sebanyak 79,6 persen bahkan kerap memakai tabungan untuk kebutuhan sehari-hari.

Survei KedaiKOPI: 84,8 Persen Anak Muda Sering Kehabisan Uang Sebelum Akhir Bulan
Kepala Riset KedaiKOPI Ashma Nur Afifah memaparkan hasil survei, di Jakarta (29/10/2026). (Sumber: OWRITE/ANI)

Sebanyak 84,8 persen generasi muda Indonesia mengaku sering kehabisan uang sebelum bulan berganti.

Temuan Survei Lembaga Survei KedaiKOPI tersebut menunjukkan tekanan finansial yang dihadapi kelompok milenial dan Gen Z, terutama karena penghasilan yang dinilai belum mencukupi kebutuhan hidup.

Artinya, sebenarnya mereka bukan nggak mau bekerja. Tapi akses untuk mendapatkan pekerjaan itu sulit di mata para pemuda sekarang,”

kata Kepala Riset KedaiKOPI Ashma Nur Afifah dalam diskusi publik di Jakarta, Jumat, 30 Oktober 2026.

Selain sering kehabisan uang sebelum akhir bulan, sebanyak 60,2 persen responden mengaku penghasilannya tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Temuan ini memperlihatkan besarnya tekanan ekonomi yang dirasakan generasi muda.

Iklan

Persoalan tersebut juga berkaitan dengan kesulitan memperoleh pekerjaan. Dalam survei yang sama, sebanyak 74,7 persen responden menilai mencari pekerjaan di Indonesia saat ini sulit.

Rata-rata penilaian responden terhadap kemudahan memperoleh pekerjaan hanya mencapai 4,29 dari skala 10.

Ashma menilai kondisi tersebut menunjukkan anak muda bukan tidak memiliki keinginan untuk bekerja. Namun, kesempatan memperoleh pekerjaan masih menjadi tantangan bagi mereka.

Survei KedaiKOPI juga mengidentifikasi sejumlah hambatan yang dirasakan pencari kerja muda. Faktor kebutuhan akan koneksi atau orang dalam menjadi hambatan paling banyak disebut, yakni 56 persen.

Berikutnya, keterbatasan lapangan pekerjaan sebesar 48 persen, persaingan yang ketat 41,3 persen, serta pembatasan usia 39,2 persen.

Kondisi keuangan yang terbatas membuat persoalan tersebut semakin berat. Ketika penghasilan tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari dan kesempatan kerja sulit diperoleh, generasi muda menghadapi tekanan untuk menjaga kestabilan keuangan mereka.

Survei Pemuda Indonesia 2026 itu dilakukan secara daring pada 23-29 September 2026 terhadap 1.213 warga negara Indonesia berusia 17-45 tahun dari 36 provinsi.

Responden terdiri atas kelompok Gen Z berusia 17-29 tahun dan milenial berusia 30-45 tahun.

KedaiKOPI menyebut data survei dibobotkan menggunakan metode iterative proportional fitting (IPF).

Namun, karena sampel yang digunakan bersifat nonprobabilitas, hasilnya perlu dibaca sebagai gambaran pandangan responden, bukan estimasi pasti untuk seluruh populasi pemuda Indonesia.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Mahasiswa IISIP Jakarta yang percaya bahwa setiap data punya cerita dan setiap kebijakan punya dampak. Sedang mendalami dinamika sosial

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar