Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Dari Jilbab Malay hingga Turban, 7 Gaya Hijab Khas Berbagai Negara Ini Bisa Jadi Inspirasi Penampilan Baru!

Berbagai negara memiliki ciri khas gaya hijab, mulai dari jilbab Malay, Turkish hijab, shayla khas kawasan Teluk, turban Afrika Barat, hingga chador Iran yang bisa menjadi inspirasi modest fashion.

7 Inspirasi Style Hijab Khas Berbagai Negara, dari Jilbab Malay hingga Turban yang Stylish
Hijab malay khas Malaysia (Foto: Unsplash/Muhammad Faiz Zulkeflee)

Gaya hijab kini semakin beragam. Bukan hanya pashmina dan segi empat yang populer di Indonesia, berbagai negara juga memiliki ciri khas dalam mengenakan penutup kepala, mulai dari gaya simpel, lilitan elegan, hingga hijab yang menjadi bagian dari identitas budaya.

Menariknya, perbedaan tersebut tidak hanya terlihat dari bentuk hijab, tetapi juga dipengaruhi tradisi berpakaian, iklim, hingga perkembangan mode masyarakat setempat.

Bagi yang ingin mencoba penampilan baru tanpa harus meninggalkan gaya modest fashion, melansir dari berbagai sumber, berikut tujuh inspirasi style hijab dari berbagai negara yang bisa dijadikan referensi.

Iklan

Jilbab Malay (Malaysia)

Jilbab Malay dikenal dengan tampilan rapi, lembut, dan feminin. Salah satu model yang populer adalah tudung bawal, yakni kerudung berbentuk persegi yang dapat dilipat menjadi segitiga.

Untuk mendapatkan gaya ini, gunakan hijab berbahan cotton voile, bentuk bagian wajah secara rapi, kemudian biarkan salah satu sisinya menjuntai menutupi dada.

Perkembangan tudung di Malaysia mengalami perubahan bentuk dan fungsi sejak 1970-an, termasuk berkembangnya penggunaan bawal dan shawl.

Turkish Hijab (Turki)

Ingin tampil elegan tanpa banyak lilitan? Turkish hijab bisa menjadi pilihan.

Gaya ini identik dengan penggunaan eşarp, yaitu kerudung persegi yang dilipat membentuk segitiga. Bagian depan biasanya dibentuk tegas mengikuti garis wajah, sementara kedua ujungnya dirapikan di bawah dagu.

Padukan dengan long coat, blazer oversized, atau kemeja polos untuk menghasilkan penampilan formal yang tetap stylish.

Khaleeji Style (Arab Saudi)

Gaya Khaleeji menawarkan kesan anggun melalui penggunaan shayla, yakni kain panjang berbentuk persegi panjang yang dililitkan atau disampirkan di kepala.

Model ini sering dipadukan dengan abaya sehingga menghasilkan siluet busana yang mengalir.

Dalam jurnal Trans-Regional and -National Studies of Southeast Asia, menjelaskan bahwa perempuan di kawasan Teluk mengenakan abaya bersama sheyla (kain panjang berbentuk persegi panjang), yang secara tradisional banyak dijumpai dalam warna hitam.

Untuk inspirasi sehari-hari, pilih pashmina chiffon berukuran panjang dengan warna senada bersama gamis atau abaya.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Jangan Tergiur Harga Murah! Ini 6 Trik Berburu Baju Thrifting Berkualitas

7 Inspirasi Style Hijab Khas Berbagai Negara, dari Jilbab Malay hingga Turban yang Stylish
Hijab turban khas Afrika Barat (Foto: Unsplash/Roman Manshin)

Turban Style (Inspirasi Afrika Barat)

Turban menjadi salah satu inspirasi penutup kepala yang menarik karena menonjolkan teknik lilitan kain.

Di sejumlah masyarakat Afrika Barat, kain penutup kepala juga menjadi bagian dari tradisi berpakaian perempuan. Modelnya beragam, termasuk penggunaan kain yang disesuaikan dengan motif busana.

Keragaman praktik berkerudung di Afrika Barat, termasuk tradisi perempuan Senegal yang mengikat kain senada dengan pakaian mereka.

Gaya turban bisa dipadukan dengan tunik panjang atau outer. Namun, perlu diperhatikan bahwa turban yang hanya menutup rambut tidak otomatis menutup leher dan dada. Gunakan inner tambahan apabila ingin memperoleh cakupan lebih tertutup.

Egyptian Hijab (Mesir)

Gaya hijab Mesir dapat menjadi inspirasi bagi pencinta tampilan berlapis.

Salah satu model yang bisa dicoba adalah menggunakan scarf panjang dengan lilitan mengelilingi kepala, kemudian menyampirkan ujung kain pada bagian bahu.

Gunakan bahan jersey atau chiffon yang mudah dibentuk. Pilihan warna seperti mocha, beige, dan dusty pink bisa memberikan kesan lembut. Untuk penampilan kasual, kombinasikan dengan kemeja oversized dan rok panjang.

Chador Style (Iran)

Berbeda dari model pashmina, chador merupakan kain luar berukuran besar yang menyelimuti kepala hingga tubuh.

Chador menjadi salah satu bentuk busana perempuan yang dikenal dalam tradisi berpakaian Iran, meskipun tidak semua perempuan Iran mengenakannya. Model ini bisa menjadi inspirasi bagi pencinta busana dengan siluet lebar dan minim detail.

Untuk mendapatkan tampilan serupa, pilih khimar panjang atau outer hijab berbahan ringan yang tidak mudah menerawang.

Hijab Segi Empat (Indonesia)

Indonesia juga memiliki perkembangan gaya berhijab yang menarik, terutama melalui penggunaan kerudung segi empat.

Model ini fleksibel karena dapat dibentuk menjadi gaya formal, kasual, maupun syar’i sesuai ukuran kain dan cara pemakaiannya. Penggunaannya juga bisa dipadukan dengan unsur busana tradisional, seperti kebaya dan kain batik.

Muslimah Indonesia

Dalam kajian sejarah busana Muslimah Indonesia, penggunaan jilbab bersama kebaya telah ditemukan dalam dokumentasi perempuan Muslim Indonesia pada pertengahan abad ke-20.

Untuk tampilan modern, pilih segi empat berbahan voal dengan warna netral, lalu kombinasikan bersama kebaya kutubaru atau blouse berpotongan sederhana.

Ketujuh inspirasi tersebut menunjukkan bahwa gaya berhijab tidak terbatas pada satu bentuk.

Setiap wilayah memiliki tradisi dan perkembangan mode yang berbeda, sehingga inspirasi lintas budaya dapat menjadi cara menarik untuk mengeksplorasi penampilan tanpa menghilangkan identitas masing-masing.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar