Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Kulit Berminyak Tetap Butuh Moisturizer, Ini Alasan Pelembap Tak Boleh Dilewatkan

Kulit berminyak tetap membutuhkan moisturizer untuk menjaga kelembapan dan kesehatan kulit tanpa menyumbat pori-pori.

Ilustrasi perawatan kulit muka
perawatan kulit

Kulit wajah yang terlihat mengilap sering membuat pemilik kulit berminyak memilih menghindari penggunaan moisturizer atau pelembap.

Alasannya, penggunaan produk tersebut dianggap hanya akan membuat wajah semakin lengket dan memicu munculnya jerawat.

Padahal, produksi minyak berlebih bukan berarti kulit sudah memiliki kelembapan yang cukup. Kulit berminyak tetap membutuhkan pelembap untuk menjaga keseimbangan hidrasi sekaligus mempertahankan fungsi pelindung kulit (skin barrier).

Iklan

Pemilihan pelembap yang tepat justru menjadi salah satu langkah penting dalam rutinitas perawatan wajah, terutama bagi pemilik kulit berminyak dan rentan berjerawat.

Minyak dan Kelembapan

Minyak alami atau sebum diproduksi oleh kelenjar sebaceous untuk membantu melindungi permukaan kulit.

Sementara itu, hidrasi berkaitan dengan kandungan air yang terdapat dalam lapisan kulit. Artinya, seseorang bisa memiliki wajah berminyak sekaligus mengalami dehidrasi kulit.

Ketika kadar air pada kulit tidak tercukupi, wajah dapat terasa tertarik, kasar, atau menunjukkan garis-garis halus meskipun permukaannya terlihat mengilap.

Oleh karena itu, menghindari pelembap bukanlah solusi untuk mengatasi produksi minyak berlebih.

Fungsi Pelembap

Melansir dalam Journal of Drugs in Dermatology pada November 2020, sebanyak 74 artikel dianalisis untuk melihat peran produk perawatan pendamping dalam penanganan jerawat.

Hasilnya menunjukkan bahwa gangguan fungsi pelindung kulit juga ditemukan pada kondisi kulit berjerawat, termasuk penurunan kadar ceramide pada epidermis.

Penggunaan pelembap yang sesuai dapat membantu menjaga hidrasi, mengurangi kekeringan, dan mendukung perawatan jerawat.

Kulit Berjerawat

Penggunaan produk antijerawat seperti salicylic acid, benzoyl peroxide, dan retinoid berpotensi menimbulkan efek samping berupa kulit kering, mengelupas, hingga iritasi.

American Academy of Dermatology (AAD) menjelaskan bahwa penggunaan pelembap dapat membantu kulit lebih toleran terhadap bahan aktif tersebut.

Kulit yang terlalu kering juga dapat memicu peningkatan produksi minyak sehingga berpotensi memperparah penyumbatan pori-pori.

Pilihan Moisturizer Ringan

Tidak semua pelembap memiliki karakteristik yang sama. Pemilik kulit berminyak sebaiknya memperhatikan tekstur dan kandungan produk sebelum menggunakannya.

AAD dalam panduan yang diperbarui pada 3 September 2024 merekomendasikan penggunaan produk dengan label oil-free dan non-comedogenic untuk kulit berminyak. Beberapa karakteristik pelembap yang bisa dipertimbangkan antara lain:

  • Gel atau gel-cream, memiliki tekstur ringan dan nyaman digunakan.
  • Hyaluronic acid, membantu mempertahankan hidrasi kulit.
  • Glycerin, membantu menarik air untuk menjaga kelembapan.
  • Ceramide, mendukung fungsi lapisan pelindung kulit.

Meski demikian, kecocokan produk tetap bergantung pada kondisi dan sensitivitas kulit masing-masing.

Waktu Pakai Moisturizer

Pelembap sebaiknya diaplikasikan setelah mencuci wajah, ketika kulit masih sedikit lembap. Cara ini membantu mempertahankan air pada permukaan kulit. Penggunaannya dapat dimasukkan ke dalam rutinitas pagi dan malam sesuai kebutuhan kulit.

Pada pagi hari, lanjutkan perawatan dengan sunscreen minimal SPF 30 untuk memberikan perlindungan terhadap paparan sinar ultraviolet.

Dengan pemilihan produk yang tepat, pemilik kulit berminyak tetap bisa menjaga kelembapan wajah tanpa harus menggunakan pelembap yang terasa berat atau terlalu lengket.

Iklan