Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Menelisik Asal Usul Gula Aren: Bukan Sekadar Pemanis, Ini Kaya Manfaat

Gula aren merupakan pemanis alami yang bermanfaat jika diolah dengan baik dan dikonsumsi secukupnya.

Asal Usul Gula Aren, Bukan Sekadar Pemanis, Ini Manfaatnya
Ilustrasi gula aren (Foto: Magnific)

Gula aren kerap digunakan sebagai pemanis alami dalam kopi, jamu, hingga aneka makanan tradisional.

Rasanya yang khas dan aromanya yang kuat membuat gula dari nira pohon aren ini semakin populer sebagai alternatif gula pasir.

Namun, apakah gula aren benar-benar lebih sehat?

Iklan

Kandungan Gula Aren

Gula aren (Arenga pinnata) dibuat dari nira, yaitu cairan manis yang diambil dari pohon aren. Nira tersebut kemudian dimasak hingga mengental sebelum dicetak menjadi gula padat atau diolah menjadi gula semut.

Penelitian dalam Asia-Pacific Journal of Science and Technology tahun 2020 meneliti perubahan kandungan gula selama proses pemasakan nira aren.

Penelitian tersebut menganalisis sukrosa, glukosa, dan fruktosa untuk mengetahui perubahan komposisinya selama pemanasan.

Manfaat bagi Tubuh

Gula aren mengandung karbohidrat yang menjadi sumber energi bagi tubuh. Kandungan mineralnya juga dapat ditemukan dalam jumlah tertentu, bergantung pada bahan baku dan proses pengolahannya.

Meski demikian, gula aren tetap didominasi gula sederhana. Konsumsinya tidak boleh berlebihan, terutama bagi orang yang perlu mengendalikan kadar gula darah.

Gula aren juga tidak otomatis lebih sehat daripada gula putih hanya karena berasal dari bahan alami.

Cara Pengolahan

Berdasarkan kajian proses produksi gula aren yang diterbitkan pada 2025 dalam jurnal KAPATU, pembuatan gula aren cetak umumnya melalui beberapa tahapan berikut.

  1. Penyadapan nira. Cairan manis diambil dari tandan bunga pohon aren menggunakan peralatan yang bersih.
  2. Penyaringan. Nira disaring untuk memisahkan kotoran sebelum dimasak.
  3. Pemasakan. Nira dipanaskan selama beberapa jam hingga airnya berkurang dan cairan menjadi kental.
  4. Pengadukan dan pencetakan. Cairan kental diaduk, lalu dituangkan ke dalam cetakan ketika mencapai kekentalan yang sesuai.
  5. Pendinginan dan pengemasan. Gula dibiarkan mengeras sebelum disimpan dalam wadah bersih dan tertutup.

Kualitas nira menjadi faktor penting dalam proses ini. Nira mudah mengalami fermentasi akibat aktivitas mikroorganisme sehingga kesegaran bahan baku dan kebersihan pengolahan perlu diperhatikan.

Pengganti Gula Pasir

Gula aren dapat digunakan untuk memberikan rasa manis pada minuman dan makanan, misalnya kopi susu, kolak, bubur, serta kue tradisional. Aromanya yang khas juga dapat memperkaya cita rasa masakan.

Namun, mengganti gula pasir dengan gula aren bukan berarti konsumsi gula menjadi bebas batas.

Gunakan secukupnya dan tetap perhatikan total asupan gula harian. Dengan begitu, gula aren dapat dimanfaatkan sebagai pemanis alternatif tanpa mengabaikan keseimbangan pola makan.

Iklan