Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Sang ‘Pahlawan’ Cilik di Rumah: Trik Sederhana Dongkrak Fungsi Eksekutif Otak Anak

Mengajarkan pekerjaan rumah sejak kecil membantu anak membangun kemandirian, tanggung jawab, kemampuan akademik, dan keterampilan sosial.

Anak yang Terbiasa Mengerjakan Pekerjaan Rumah Tangga Sejak Kecil Punya Banyak Manfaat, Ini Kata Penelitian
Dua anak laki-laki mencuci piring (Foto: Unsplash/Danielle Alvarado)

Mengajarkan anak menyapu, merapikan tempat tidur, mencuci piring, hingga membereskan mainan ternyata bukan sekadar cara meringankan pekerjaan orang tua.

Kebiasaan sederhana tersebut dapat membantu membentuk kemandirian, tanggung jawab, serta keterampilan sosial anak sejak dini.

Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah tangga berkaitan dengan perkembangan kemampuan akademik dan kepercayaan diri.

Iklan

Melatih Kemandirian

Memberikan tugas rumah sesuai usia membantu anak memahami bahwa setiap anggota keluarga memiliki tanggung jawab.

Ketika anak terbiasa membereskan barang milik sendiri, mereka belajar menyelesaikan tugas tanpa selalu bergantung pada bantuan orang tua.

Kebiasaan ini juga memberikan kesempatan kepada anak untuk memahami konsekuensi, mengatur waktu, dan membangun disiplin secara bertahap.

Penelitian dalam Jurnal Edukasi AUD tahun 2025, dikutip pada Jumat, 30 Oktober 2026, melibatkan delapan orang tua dengan anak usia 6–8 tahun, turut menemukan bahwa keterlibatan anak dalam pekerjaan rumah mendukung kemandirian, tanggung jawab, kemampuan memecahkan masalah, dan kepercayaan diri.

Kemampuan Akademik

Dalam Journal of Developmental & Behavioral Pediatrics tahun 2019 juga menganalisis data 9.971 anak di Amerika Serikat.

Hasilnya, anak yang terbiasa melakukan pekerjaan rumah saat taman kanak-kanak cenderung memiliki persepsi kemampuan akademik, sosial, dan kepuasan hidup yang lebih baik ketika kelas tiga SD.

Keterlibatan dalam pekerjaan rumah juga ditemukan berkaitan dengan hasil matematika yang lebih baik. Meski demikian, temuan ini menunjukkan hubungan, bukan bukti sebab-akibat langsung.

Melatih Daya Ingat

Manfaat lain berkaitan dengan fungsi eksekutif otak, yakni kemampuan untuk merencanakan, mengingat instruksi, serta mengendalikan perilaku.

Australian Occupational Therapy Journal tahun 2022 juga turut meneliti terhadap 207 anak usia 5–13 tahun menemukan bahwa keterlibatan dalam pekerjaan rumah berkaitan dengan kemampuan memori kerja dan pengendalian respons.

Aktivitas sederhana seperti menyiapkan makanan atau membantu anggota keluarga memberikan kesempatan bagi anak untuk melatih kemampuan tersebut.

Mengembangkan Keterampilan Sosial

Pekerjaan rumah juga mengajarkan anak bahwa menjaga kebersihan dan kenyamanan rumah merupakan tanggung jawab bersama.

Hal ini memiliki hubungan positif antara kebiasaan mengerjakan tugas rumah sejak dini dengan perilaku prososial serta kemampuan menjalin hubungan dengan teman sebaya.

Disesuaikan dengan Usia

Orang tua dapat memperkenalkan pekerjaan rumah secara bertahap, tanpa menjadikannya sebagai hukuman.

Anak usia 2–3 tahun dapat mulai diajak membereskan mainan, sedangkan anak usia 4–6 tahun bisa dilibatkan dalam menata meja makan atau merapikan tempat tidur.

Memasuki usia sekolah dasar, anak dapat diberi tanggung jawab menyapu, melipat pakaian, hingga membantu menyiapkan makanan sederhana dengan pengawasan.

Hal terpenting bukan seberapa sempurna hasil pekerjaan anak, melainkan kesempatan untuk belajar, mencoba, dan merasa dipercaya sebagai bagian dari keluarga.

Iklan