Tanaman putri malu yang biasa ditemukan tumbuh liar ternyata memiliki potensi membantu mengatasi susah tidur.
Tanaman bernama ilmiah Mimosa pudica ini mulai menarik perhatian karena dapat diolah menjadi minuman herbal dengan efek menenangkan.
Bukan sekadar ramuan tradisional, manfaat putri malu terhadap kualitas tidur juga telah dikaji melalui sejumlah penelitian ilmiah.
Iklan
Kandungan Putri Malu
Putri malu mengandung berbagai senyawa bioaktif, seperti flavonoid, tanin, dan alkaloid.
Melansir jurnal Acta Pharmaceutica Indonesia tahun 2022, tanaman ini juga diketahui mengandung melatonin, yakni hormon yang berperan dalam mengatur siklus tidur dan bangun manusia.
Kandungan tersebut menjadi salah satu alasan putri malu diteliti sebagai tanaman dengan aktivitas hipnotik-sedatif atau efek yang dapat membantu menenangkan tubuh dan mendukung tidur.
Dalam jurnal Acta Pharmaceutica Indonesia tahun 2022 juga melakukan survei yang melibatkan 40 perempuan premenopause.
Penelitian tersebut membandingkan kelompok yang mengonsumsi rebusan daun putri malu dengan kelompok yang menerima rebusan kangkung selama tujuh hari.
Hasilnya, kelompok yang mengonsumsi rebusan putri malu memiliki rata-rata durasi tidur harian lebih panjang dibandingkan kelompok pembanding.
Temuan ini menunjukkan potensi putri malu sebagai bahan herbal untuk membantu meningkatkan durasi tidur.
Efek Penenang
Putri malu juga ditemukan adanya aktivitas sedatif ekstrak putri malu pada mencit.
Ekstrak berkonsentrasi 3 persen menunjukkan efek sedatif dengan masa kerja kurang dari 60 menit, sedangkan konsentrasi 6 persen memiliki masa kerja lebih dari 60 menit.
Secara tradisional, daun putri malu diolah menjadi minuman herbal dengan cara dibersihkan, dikeringkan, kemudian direbus atau diseduh menggunakan air panas.
Keamanan Konsumsinya
Walaupun memiliki potensi sebagai minuman herbal, teh putri malu belum dapat dianggap sebagai obat insomnia yang terbukti efektif.
Penelitian yang tersedia masih terbatas dan belum menetapkan dosis seduhan yang aman serta efektif untuk penggunaan rutin.
Ibu hamil, ibu menyusui, dan orang yang sedang mengonsumsi obat penenang sebaiknya tidak menggunakan ramuan ini tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.
Jika kesulitan tidur terus berulang hingga mengganggu aktivitas sehari-hari, pemeriksaan medis tetap diperlukan.