Kejanggalan lain ditemukan setelah warganet mengulik dokumentasi tersebut. Foto yang digunakan ternyata merupakan dokumentasi kunjungan Prabowo pada 7 Agustus 2025 di Stasiun Halim, bukan foto dari kunjungannya pada 30 Oktober tahun ini.
Klarifikasi
Menanggapi polemik tersebut, Eva Chairunisa mengklarifikasi melalui akun Threads pada Sabtu, 31 Oktober. Ia mengaku tidak sengaja memilih foto dari galeri ponselnya.
Menurut Eva, gambar tersebut merupakan kiriman dari grup WhatsApp yang otomatis tersimpan di galeri. Ia mengaku langsung mengganti foto setelah menyadari kekeliruan tersebut dan menyampaikan permohonan maaf atas kegaduhan yang muncul.
Suara Publik
Namun, klarifikasi tersebut tidak menghentikan perbincangan warganet. Kolom komentar justru dipenuhi berbagai sindiran dan candaan mengenai foto Prabowo yang diduga hasil editan AI.
Salah satu komentar datang dari akun @rukio_khawarizmi yang melontarkan sindiran.
Apa ngga bayar orang buat nyambut pak prabowo di sana?”
kata dia.
Komentar lain datang dari akun @k.aptysoewarno yang menyoroti pentingnya ketelitian dalam menerima informasi sebelum disampaikan kepada publik.
Makanya wo jadi pemimpin itu yg amanah, jgn asal terima laporan aje,”
ujar dia.
Sementara itu, akun @hankyuuu_12 justru malah memperhatikan detail pakaian yang dikenakan Prabowo dalam foto dan video.
Perhatikan aja celananya, yg tadinya senada dngan warna bajunya berubah jadi warna hitam,”
ucap dia.
Ada pula warganet yang menyindir penggunaan AI untuk menggambarkan suasana penyambutan Presiden.
Sangking gaadanya yg antusias, sampai dibikinin foto Al?”
tulis akun @zeamaya.amar.
Tak hanya soal foto, ekspresi orang-orang yang berada di sekitar Prabowo juga menjadi bahan candaan. Salah satunya datang dari akun @myfvmov.
Pov mba2 yg lagi main hp: Apaan si ni nyempit2 in jalan aje,”
kata dia.