Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Efek Boikot Raffi Ahmad, RANS Carnival Mendadak Diserbu Rombongan Bus: Ada Uang Saku Rp100 Ribu?

RANS Carnival milik Raffi Ahmad di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mendadak didatangi rombongan bus.

Rans Carnival Diduga Kerahkan Penonton Bayaran Rp100 Ribu, Efek Boikot Raffi Ahmad?

RANS Carnival milik Raffi Ahmad di area parkir Stadion Maguwoharjo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mendadak didatangi rombongan bus pariwisata pada Minggu, 1 November 2026.

Kedatangan rombongan tersebut memicu dugaan di media sosial bahwa sebagian pengunjung sengaja didatangkan dan dibayar untuk meramaikan acara yang sebelumnya menjadi sasaran seruan boikot publik.

Salah satu unggahan yang beredar berasal dari akun Threads @zumaahmd. Pengunggah memperlihatkan dua bus pariwisata yang berhenti di depan lokasi RANS Carnival.

Iklan

Ia juga mengaku sempat bertanya kepada sejumlah orang yang datang menggunakan bus tersebut dan menyebut mereka berasal dari Boyolali.

Sangking nggak mampu menahan gempuran boikot acaranya RA impor penonton bayaran. Rombongan penonton bayaran dari Boyolali naik bus mengaku dibayari Rp100 ribu,”

tulis akun tersebut, dikutip Senin, 2 November 2026.

Dugaan itu semakin ramai setelah pengguna media sosial lain membagikan tangkapan layar percakapan grup WhatsApp yang berisi ajakan menghadiri acara tersebut.

Dalam pesan itu disebutkan sejumlah fasilitas bagi peserta, mulai dari transportasi bus gratis hingga uang saku Rp100 ribu per orang.

Fasilitas yang kami siapkan, tiga unit bus gratis, uang saku Rp100.000 per orang. Bagi yang membawa mobil pribadi, akan fasilitasi uang bensin dan biaya sewa kendaraan,”

demikian isi pesan dalam tangkapan layar tersebut.

Namun, keberadaan pesan dan unggahan itu belum cukup untuk memastikan bahwa seluruh rombongan bus yang datang merupakan penonton bayaran.

Belum ada verifikasi independen mengenai identitas pengirim undangan, pihak yang membiayai perjalanan, maupun hubungan rombongan tersebut dengan penyelenggara RANS Carnival.

Unggahan tersebut kemudian memancing beragam komentar warganet. Sebagian mengaitkan dugaan pengerahan penonton dengan polemik politik yang sebelumnya menyeret Raffi Ahmad.

Gambaran setiap pemilu, makanya kita dapet pemimpin ampas tebu,”

kata akun @viralpekanbaru.

Demo bayaran mahasewa, penonton bayaran, pemilih bayaran,”

tambah @naa_geby0507.

Dibayar 100k gas, semurah itu ya untuk menggerakan grassroot, that’s why pemerintah nggak pernah serius tentang program perbaikan pendidikan,”

ucap @hanungsastria.

Terbiasa pakai penonton sewaan waktu di Dahsyat, jadi hal beginian sih paling gampang dilakukan,”

ucap @yoeni_achyar.

Oligarki ini saking hopelessnya buat pengunjung acara pasar malem aja harus keluar duit banyak biar brandingnya naik wkwkw,”

celetuk @twardyni.

RANS Carnival Digelar di Tengah Seruan Boikot

Sebelumnya, RANS Carnival yang berlangsung pada 31 Oktober hingga 1 November 2026 di area parkir Stadion Maguwoharjo memang menjadi sorotan setelah muncul seruan boikot terhadap Raffi Ahmad.

Kontroversi bermula dari kehadiran Raffi dalam kegiatan Deklarasi Sumpah Pemuda di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jakarta, pada 29 Oktober 2026.

Polemik kegiatan tersebut memicu kritik di media sosial setelah muncul pengakuan peserta yang mengaku bukan mahasiswa dan menerima bayaran untuk hadir. Kritik kemudian meluas dan turut menyeret acara RANS Carnival.

Dampaknya, sejumlah musisi yang semula dijadwalkan tampil membatalkan keikutsertaan mereka. Nama-nama yang mengumumkan pengunduran diri antara lain Tipe-X, Guyon Waton, Masdddho, dan OM Wawes.

Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang sebelumnya direncanakan membuka stan juga memilih mundur.

Pada hari pertama, area acara dilaporkan terlihat lengang setelah sejumlah pengisi acara dan pelaku UMKM membatalkan keikutsertaan.

Kondisi tersebut kembali menjadi perhatian publik ketika rekaman suasana RANS Carnival pada hari kedua beredar di media sosial.

Sementara itu, pihak kepolisian membantah tudingan bahwa mereka mengerahkan massa atau membagikan uang untuk meramaikan acara.

Kapolresta Sleman menyatakan personel yang berada di lokasi bertugas mengamankan kegiatan berdasarkan permintaan penyelenggara. Pernyataan tersebut tidak menjawab secara langsung dugaan pembayaran kepada rombongan pengunjung yang beredar di media sosial.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Gaya Hidup dan Entertainment.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar