Bos BCA Digital Masuk Daftar Perempuan Paling Berpengaruh di Asia! Satu-satunya Wakil Indonesia
Lanny Budiati, Presiden Direktur BCA Digital, masuk daftar perempuan berpengaruh Forbes Asia 2026. Laba BCA Digital tumbuh lebih dari empat kali lipat pada 2025.
Presiden Direktur BCA Digital, Lanny Budiati, masuk dalam daftar Asia’s Power Businesswomen 2026 yang dirilis Forbes Asia.
Ia menjadi satu-satunya perempuan asal Indonesia dalam daftar yang memuat 20 pemimpin bisnis perempuan dari berbagai negara di kawasan Asia.
BCA Digital akan terus berada pada jalur pertumbuhan dengan berfokus pada profitabilitas yang berkelanjutan,”
ungkap Lanny dalam keterangannya melalui email kepada Forbes Asia.
Masuknya Lanny dalam daftar tersebut tidak lepas dari keberhasilannya mengembangkan BCA Digital, mulai dari membangun bisnis perbankan digital hingga mendorong kinerja keuangan perusahaan.
Iklan
Mengutip profil Forbes Asia, perjalanan Lanny memimpin BCA Digital dimulai setelah Bank Central Asia (BCA) mengakuisisi Bank Royal pada 2019.
Bank tersebut kemudian bertransformasi menjadi BCA Digital, dengan Lanny dipercaya sebagai presiden direktur. Di bawah kepemimpinannya, BCA Digital meluncurkan layanan perbankan digital blu pada 2021.
Platform tersebut menjadi salah satu langkah perusahaan untuk memperluas layanan kepada nasabah. Dua tahun setelah peluncurannya, BCA Digital mulai mencatatkan keuntungan.
Pertumbuhan bisnis berlanjut hingga 2025. Forbes mencatat laba bersih BCA Digital melonjak lebih dari empat kali lipat menjadi Rp213,4 miliar.
Tak hanya laba, penyaluran kredit perusahaan juga meningkat 85 persen menjadi Rp8,6 triliun. Sementara itu, dana simpanan nasabah tumbuh 59 persen menjadi Rp14,3 triliun.
Jumlah nasabah BCA Digital mencapai 3,1 juta orang per Desember 2025. Berdasarkan estimasi Forbes Asia, angka tersebut menempatkan BCA Digital sebagai bank digital terbesar keenam di Indonesia, bersaing dengan SeaBank dan Bank Jago.
Sebelum dipercaya memimpin BCA Digital, Lanny telah memiliki pengalaman panjang di industri perbankan. Ia mengawali karier di BCA pada 1991 sebagai management trainee.
Pada 1998, Lanny meninggalkan BCA dan sempat berkarier di Bank Bali serta Citibank Indonesia. Ia kemudian kembali bergabung dengan BCA pada 2001 dan menduduki sejumlah posisi, termasuk kepala wilayah Jawa Barat.
Selain Lanny, daftar Asia’s Power Businesswomen 2026 juga memuat 19 perempuan lain dari berbagai negara.
Mereka memimpin perusahaan di beragam sektor, mulai dari teknologi kecerdasan buatan (AI), perbankan, energi terbarukan, otomotif, hingga industri kecantikan.