Penjualan dari pasar luar negeri menjadi salah satu faktor utama yang ikut berkontribusi mendorong pertumbuhan ekonomi di Jepang.
Pada tahun 2025, penjualan anime Jepang ke luar negeri mencapai 2,54 triliun yen (sekitar Rp266 triliun) dari total pasar.
Pertumbuhan tersebut diduga turut didorong oleh semakin luasnya layanan streaming film seperti Netflix dan Bstation yang membuat anime Jepang lebih mudah diakses penonton di berbagai negara.
Film Demon Slayer
Film Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – The Movie: Infinity Castle (atau cukup: Demon Slayer: Kimetsu no Yaiba – Infinity Castle) menjadi salah satu karya yang ikut mendorong pertumbuhan industri anime Jepang pada 2025.
Film tersebut sangat terkenal di mancanegara dengan total pendapatan global mencapai 800 juta dolar AS atau sekitar Rp14,5 triliun.
Selain itu, film tersebut juga menjadi film anime sekaligus film Jepang dengan pendapatan tertinggi sepanjang masa.
Presiden Asosiasi Animasi Jepang Kazuko Ishikawa mengatakan pasar dan potensi animasi Jepang terus berkembang seiring semakin dikenalnya anime di berbagai negara.
Pasar dan potensi animasi Jepang semakin berkembang karena telah menjadi semakin akrab bagi masyarakat di seluruh dunia,”
kata Ishikawa dalam Kyodo News.
Selain itu, pemerintah Jepang juga menargetkan penjualan konten seperti gim, anime, dan manga di pasar luar negeri dapat mencapai 20 triliun yen pada 2033. Target tersebut meningkat drastis dari 5,8 triliun yen pada 10 tahun sebelumnya.