Dilansir dari laman Halodoc, 21 Juli 2023, berikut penjelasan berdasarkan temuan penelitian dan fakta medis.
Dipercaya Menangkal Racun
Air kelapa dikenal mengandung elektrolit alami, seperti kalium, natrium, dan magnesium. Kandungan tersebut berperan dalam menjaga keseimbangan cairan serta mendukung fungsi normal tubuh.
Karena sifatnya yang menyegarkan dan membantu memenuhi kebutuhan cairan, air kelapa sering dianggap mampu membantu tubuh memulihkan diri setelah mengalami gangguan pencernaan atau keracunan.
Namun, kemampuan menghidrasi tubuh tidak sama dengan menetralisasi racun. Air kelapa tidak terbukti dapat mengikat, menghancurkan, atau mengeluarkan berbagai jenis zat beracun dari tubuh.
Tidak Selalu Aman
Air kelapa memang memiliki manfaat bagi tubuh, tetapi bukan berarti semua air kelapa aman dikonsumsi.
Dalam studi Emerging Infectious Diseases dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Januari 2021, melaporkan kasus seorang pria berusia 69 tahun yang meninggal setelah mengonsumsi air kelapa yang telah terkontaminasi jamur Arthrinium saccharicola.
Pria tersebut awalnya mengalami mual dan muntah, kemudian mengalami gangguan saraf hingga kehilangan kesadaran.
Kasus ini menunjukkan bahwa air kelapa yang sudah terkontaminasi juga berpotensi membahayakan kesehatan.
Bagaimana jika Keracunan?
Jika seseorang diduga mengalami keracunan, memberikan air kelapa bukan langkah pertolongan pertama yang tepat. Penanganannya harus disesuaikan dengan jenis zat yang masuk ke dalam tubuh.
Mengutip panduan American Heart Association, seseorang tidak boleh sembarangan diberikan makanan, minuman, atau arang aktif setelah menelan zat beracun tanpa arahan tenaga medis.
Beberapa langkah yang perlu diperhatikan antara lain:
- Segera cari pertolongan medis ketika dicurigai terjadi keracunan.
- Jangan memaksakan korban untuk muntah.
- Jangan memberikan air kelapa, susu, atau ramuan tertentu sebagai penawar tanpa arahan medis.
- Simpan kemasan atau catat nama zat yang diduga menyebabkan keracunan.
- Jika korban mengalami kejang, sesak napas, atau kehilangan kesadaran, segera cari bantuan darurat.
Dengan demikian, air kelapa sebaiknya dikonsumsi sebagai minuman, bukan sebagai pengganti antidotum atau pengobatan medis. Mengandalkannya ketika mengalami keracunan justru berisiko menunda penanganan yang dibutuhkan.