Tidak Selalu Mengantuk
Menguap merupakan respons fisiologis alami yang melibatkan gerakan otot wajah, rahang, serta pernapasan. Respons ini dapat muncul ketika seseorang mengantuk, bosan, mengalami perubahan tingkat kewaspadaan, bahkan saat sedang merasa tegang.
Dalam jurnal Sleep and Breathing tahun 2022 berjudul Yawning and Airway Physiology: A Scoping Review and Novel Hypothesis menjelaskan bahwa frekuensi menguap dipengaruhi berbagai faktor internal dan eksternal.
Penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa orang dewasa rata-rata menguap sekitar sembilan kali sehari, meskipun frekuensinya dapat bervariasi.
Berkaitan dengan Otak
Salah satu teori yang menarik adalah hubungan antara menguap dan pengaturan suhu otak atau termoregulasi.
Penelitian dari jurnal Physiology & Behavior pada 2008 membahas kemungkinan bahwa menguap membantu proses pendinginan otak ketika suhu tubuh atau otak mengalami peningkatan.
Teori ini menjelaskan bahwa gerakan menguap dapat memengaruhi aliran darah di sekitar wajah dan kepala.
Bisa Dipicu Stres
Menguap berulang juga dapat muncul ketika seseorang mengalami tekanan psikologis. Kondisi seperti stres, kecemasan, dan ketegangan dapat berkaitan dengan perubahan aktivitas sistem saraf yang mengatur respons tubuh.
Dalam sejumlah penelitian fisiologis, menguap juga ditemukan pada situasi yang melibatkan tekanan emosional, termasuk sebelum seseorang menghadapi aktivitas yang menegangkan.
Karena itu, sering menguap tidak selalu menunjukkan tubuh membutuhkan tidur. Ada kemungkinan respons tersebut berkaitan dengan kondisi emosional dan perubahan kewaspadaan.
Gangguan Saraf
Frekuensi menguap yang tidak biasa juga dapat berkaitan dengan efek samping obat tertentu, terutama obat yang memengaruhi sistem serotonin, seperti beberapa jenis antidepresan.
Selain itu, tinjauan ilmiah yang berjudul Yawning: Its Anatomy, Chemistry, Role, and Pathological Considerations tahun 2017 menjelaskan bahwa menguap berlebihan dapat ditemukan pada sejumlah kondisi neurologis, seperti migrain, epilepsi, multiple sclerosis, hingga gangguan pada sistem saraf pusat.
Tidak Selalu Penyakit
Sering menguap meskipun tidak mengantuk tidak selalu menandakan gangguan kesehatan serius. Kondisi ini bisa dipengaruhi stres, perubahan kewaspadaan, suhu tubuh, maupun penggunaan obat tertentu.
Hal terpenting adalah memperhatikan frekuensi, situasi kemunculan, serta gejala lain yang menyertainya.
Jika terjadi terus-menerus tanpa penyebab yang jelas, pemeriksaan medis dapat membantu mengetahui kondisi yang mendasarinya.