Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Sering Takut Menyentuh Benda Umum karena Khawatir Kuman? Bisa Jadi Kamu Mengalami Misofobia!

Misofobia adalah ketakutan berlebihan terhadap kuman yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Sering Takut Kuman? Kenali Misofobia dan Dampaknya bagi Kesehatan Mental
Ilustrasi cuci tangan (Foto: Unsplash/Mélissa Jeanty)

Menjaga kebersihan merupakan kebiasaan penting untuk melindungi tubuh dari bakteri, virus, dan berbagai sumber penyakit.

Namun, bagaimana jika seseorang merasa sangat takut terhadap kuman hingga kesulitan menyentuh gagang pintu, atau berjabat tangan dengan orang lain?

Kondisi tersebut dikenal dengan istilah misofobia (mysophobia) atau ketakutan berlebihan terhadap kuman dan kontaminasi.

Iklan

Bukan sekadar menyukai kebersihan, kondisi ini dapat membuat seseorang terus-menerus merasa cemas, menghindari lingkungan tertentu, bahkan melakukan kebiasaan mencuci tangan secara berulang.

Lantas, apa sebenarnya misofobia, bagaimana gejalanya, dan kapan ketakutan terhadap kuman perlu mendapatkan perhatian?

Apa Itu Misofobia?

Misofobia merupakan ketakutan berlebihan terhadap kuman, bakteri, virus, kotoran, atau hal-hal lain yang dianggap dapat menyebabkan kontaminasi.

Mengutip Cleveland Clinic, 20 Juni 2023, kondisi ini juga dikenal dengan istilah germophobia. Seseorang yang mengalaminya dapat berusaha menghindari berbagai situasi yang dianggap berisiko membuat dirinya terpapar kuman.

Misalnya, merasa takut menyentuh uang, gagang pintu, pegangan transportasi umum, atau benda yang sebelumnya digunakan orang lain.

Ketakutan tersebut tidak selalu sebanding dengan risiko kontaminasi yang sebenarnya. Bahkan, benda yang relatif aman sekalipun dapat memunculkan kecemasan berlebihan.

Misofobia juga memiliki keterkaitan dengan obsessive-compulsive disorder (OCD), khususnya gejala yang berkaitan dengan ketakutan terhadap kontaminasi.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Selain Menyegarkan, Air Kelapa Disebut Bisa Menangkal Racun, Benarkah Ampuh?

Gejala Misofobia

Ketakutan terhadap kuman dapat memengaruhi pikiran, perilaku, hingga kondisi fisik seseorang. Gejalanya tidak selalu sama, tetapi beberapa tanda yang umum ditemukan meliputi:

  • Mencuci tangan berulang kali meskipun sudah bersih.
  • Merasa jijik atau panik ketika menyentuh benda milik orang lain.
  • Menghindari toilet umum, transportasi umum, atau tempat ramai.
  • Terus menggunakan hand sanitizer setelah menyentuh benda tertentu.
  • Merasa harus mandi berkali-kali dalam sehari.
  • Mengalami jantung berdebar, berkeringat, gemetar, dan gelisah ketika merasa terpapar kuman.

Menurut Cleveland Clinic, perilaku tersebut dapat berkembang menjadi kebiasaan berulang yang mengganggu aktivitas sehari-hari dan kualitas hidup.

Penyebab Utamanya

Belum ada satu penyebab tunggal yang dapat menjelaskan munculnya misofobia. Namun, faktor genetik dan lingkungan diduga berperan dalam meningkatkan risikonya.

Riwayat keluarga dengan gangguan kecemasan atau OCD dapat menjadi salah satu faktor risiko.

Selain itu, pengalaman traumatis yang berkaitan dengan kuman dan penyakit, seperti kehilangan orang terdekat akibat infeksi, juga dapat memengaruhi munculnya ketakutan tersebut.

Dalam beberapa kasus, ketakutan terhadap kontaminasi juga berkaitan dengan pengalaman psikologis yang membuat seseorang merasa tidak aman ketika berhadapan dengan lingkungan yang dianggap kotor.

Cara Mengatasi

Misofobia bukan sekadar kebiasaan yang dapat dihilangkan dengan meminta seseorang berhenti mencuci tangan.

Penanganannya perlu memperhatikan penyebab, tingkat ketakutan, dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari.

Beberapa pendekatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Terapi perilaku kognitif (terapi CBT). Membantu seseorang mengenali dan mengelola pola pikir yang memicu ketakutan berlebihan.
  • Exposure therapy. Membantu seseorang menghadapi sumber ketakutannya secara bertahap dengan pendampingan tenaga profesional.
  • Pengobatan. Dalam kondisi tertentu, dokter dapat mempertimbangkan pemberian obat sesuai hasil pemeriksaan dan kebutuhan pasien.

Cleveland Clinic menjelaskan bahwa terapi paparan dapat dimulai dari situasi yang relatif ringan, kemudian ditingkatkan secara bertahap sesuai kesiapan pasien.

Kapan Perlu Diwaspadai

Penting untuk membedakan kebiasaan menjaga kebersihan dengan ketakutan berlebihan terhadap kontaminasi.

Mencuci tangan sebelum makan, mandi secara teratur, dan membersihkan rumah merupakan perilaku sehat.

Namun, jika seseorang terus merasa tidak bersih meskipun sudah melakukan berbagai tindakan pembersihan, kondisi tersebut perlu diperhatikan.

Terlebih jika ketakutan tersebut membuat seseorang menghindari interaksi sosial, kesulitan bekerja atau belajar, serta menghabiskan banyak waktu untuk membersihkan diri.

Jika sudah mengganggu kehidupan sehari-hari, berkonsultasi dengan psikolog atau psikiater dapat menjadi langkah yang tepat.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar