Bayi Tabung atau IVF
In Vitro Fertilization (IVF) atau bayi tabung merupakan prosedur medis untuk membantu pasangan yang mengalami masalah kesuburan agar dapat memperoleh keturunan.
Mengutip dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC), IVF adalah salah satu teknologi reproduksi berbantu yang dilakukan dengan mengambil sel telur dari ovarium perempuan, kemudian mempertemukannya dengan sperma di laboratorium hingga terbentuk embrio.
Embrio yang berkembang selanjutnya dipindahkan ke dalam rahim agar dapat menempel pada dinding rahim dan berkembang menjadi kehamilan.
Disebut bayi tabung karena proses pembuahannya berlangsung di luar tubuh, bukan karena bayi tumbuh di dalam tabung.
Proses Bayi Tabung
Prosedur IVF tidak berlangsung dalam satu kali tindakan. Ada beberapa tahapan medis yang harus dilalui pasangan, mulai dari pemeriksaan kesuburan hingga pemindahan embrio. Secara umum, berikut tahapannya:
- Stimulasi ovarium: Perempuan diberikan obat atau suntikan hormon untuk merangsang ovarium menghasilkan beberapa sel telur matang.
- Pengambilan sel telur: Sel telur yang sudah matang diambil melalui prosedur medis dengan panduan ultrasonografi.
- Pembuahan di laboratorium: Sel telur dipertemukan dengan sperma untuk menghasilkan embrio. Pada kondisi tertentu, dokter dapat menggunakan metode ICSI, yaitu menyuntikkan satu sperma langsung ke dalam sel telur.
- Perkembangan embrio: Embrio dipantau untuk melihat perkembangannya dan menilai kualitasnya.
- Transfer embrio: Embrio yang dipilih dimasukkan ke dalam rahim perempuan untuk memberikan kesempatan terjadinya implantasi atau penempelan embrio.
Setelah transfer embrio, perempuan akan menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah kehamilan berhasil terjadi.
Program Bayi Tabung
IVF biasanya menjadi pilihan ketika pasangan mengalami gangguan kesuburan yang membuat kehamilan alami sulit terjadi atau metode promil lainnya belum berhasil.
Beberapa kondisi yang dapat menjadi pertimbangan dokter untuk merekomendasikan IVF antara lain:
- Saluran tuba falopi tersumbat atau mengalami kerusakan.
- Endometriosis yang memengaruhi kesuburan.
- Gangguan ovulasi, termasuk kondisi tertentu pada PCOS.
- Jumlah atau kualitas sperma yang rendah.
- Infertilitas yang penyebabnya belum diketahui secara pasti.
- Kegagalan metode pengobatan kesuburan lainnya.
Namun, tidak semua pasangan dengan kondisi tersebut otomatis harus menjalani bayi tabung. Dokter perlu melakukan pemeriksaan terhadap kedua pasangan untuk menentukan metode yang paling sesuai.
Tingkat Keberhasilan
Salah satu hal yang sering menjadi pertanyaan pasangan adalah seberapa besar peluang keberhasilan IVF.
Penelitian berjudul Factors Influencing the Success Rates of In Vitro Fertilization (IVF) in Indonesian Couples: A Multicenter Study yang diterbitkan tahun 2023 melibatkan 1.245 pasangan di tiga pusat fertilitas Indonesia.
Hasilnya menunjukkan angka kelahiran hidup sebesar 32,7 persen per transfer embrio. Penelitian tersebut juga menemukan bahwa usia perempuan menjadi salah satu faktor penting yang memengaruhi keberhasilan IVF.
Jaminan Keberhasilan
Data CDC tahun 2022 juga menunjukkan bahwa persentase transfer embrio yang menghasilkan kelahiran hidup cenderung menurun seiring bertambahnya usia perempuan.
Pada kelompok usia di bawah 30 tahun, angkanya mencapai 43,6 persen, sedangkan pada usia di atas 45 tahun sebesar 10,4 persen untuk penggunaan sel telur atau embrio sendiri.
Angka tersebut bukan jaminan keberhasilan setiap pasien. Peluang kehamilan juga dipengaruhi kondisi kesehatan reproduksi, kualitas embrio, penyebab infertilitas, dan riwayat pengobatan.
Pejuang Garis Dua
Kisah dr Gia Pratama dan Syafira Imaniar memperlihatkan bahwa perjalanan mendapatkan keturunan bisa membutuhkan waktu dan proses yang panjang.
Setelah delapan tahun menanti, keduanya akhirnya mendapatkan kabar kehamilan melalui program IVF. Pengalaman tersebut juga memperlihatkan bagaimana perkembangan teknologi reproduksi berbantu dapat membuka peluang bagi pasangan yang mengalami kesulitan memperoleh keturunan.
Meski demikian, setiap perjalanan promil memiliki kondisi dan tantangan berbeda. IVF bukan jalan pintas yang menjamin kehamilan, melainkan salah satu pilihan medis yang dapat membantu pasangan sesuai indikasi dan hasil pemeriksaan dokter.