2 Tahun Jadi Presiden, UGM Temukan 311 Ucapan Tak Pantas dalam Pidato Prabowo
UGM menemukan 311 insiden ucapan tak pantas dalam pidato Prabowo selama dua tahun menjabat. Sebanyak 155 insiden menyasar pengkritik dan masyarakat sipil.
Presiden Prabowo berpidato dalam pembukaan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) di JIExpo, Jakarta, 22 Oktober 2026. (Youtube/Sekretariat Presiden)
Selama dua tahun menjabat sebagai Presiden RI, Prabowo Subianto telah menyampaikan ratusan pidato di berbagai forum.
Dari ratusan pidato tersebut, peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) menemukan 311 insiden ucapan tak pantas, yang hampir separuhnya menyasar pengkritik dan masyarakat sipil.
Temuan itu berasal dari penelitian Electoral Politics & Public Opinion Studies (EPPOS) PolGov UGM. Koordinator EPPOS PolGov UGM Arya Budi mengatakan ucapan tersebut banyak ditujukan kepada kelompok yang menyampaikan kritik terhadap pemerintah.
Iklan
Sasarannya pengkritik, tapi panggungnya forum negara,”
kata Arya dikutip dari kanal YouTube Department of Politics and Government UGM, Kamis, 5 November 2026.
Dalam penelitian bertajuk Kajian Dua Tahun di Podium, tim PolGov UGM menganalisis pidato publik Prabowo dari Oktober 2024 sampai Oktober 2026. Dalam periode tersebut, Prabowo telah menyampaikan 166 pidato publik dengan total durasi pidato yang diteliti mencapai 80,6 jam, dan 326.800 kata.
Dari analisis tersebut, peneliti mencatat ada sekitar 311 insiden ucapan tak pantas yang dilontarkan Prabowo, dengan 155 insiden atau 49,8 persen di antaranya ditujukan kepada pengkritik dan masyarakat sipil.
Kecenderungan itu juga terlihat dalam ucapan yang masuk kategori berat. Dari 97 insiden yang ditemukan, sebanyak 52 insiden atau 53,6 persen menyasar kelompok pengkritik dan masyarakat sipil.
Berdasarkan kelompok sasarannya, pengkritik umum menjadi pihak yang paling sering disebut, yakni sebanyak 71 insiden.
Berikut rincian kelompok sasaran dalam pidato Prabowo:
Kelompok Sasaran
Jumlah Insiden
Pengkritik Umum
71
Penjabat/Birokrat
41
Akademisi/Orang Pintar
38
Diri Sendiri
21
Koruptor/Maling
16
Ekonom/Pengamat
14
Asing/Negara Barat
14
Pengusaha/Konglomerat
14
Mahasiswa/Demonstran
14
Rakyat/Kelompok Sosial
12
PolGov UGM juga mengelompokkan ucapan tersebut ke dalam beberapa kategori. Di antaranya serangan terhadap kritik, pernyataan merendahkan, penggunaan kata kasar, ancaman, penyebutan antek asing, narsisme, hingga pernyataan di luar konteks.
Dalam penelitian tersebut juga mengungkap jumlah insiden ucapan tidak pantas meningkat pada tahun kedua pemerintahan Prabowo. Jika pada tahun pertama tercatat 105 insiden, jumlahnya bertambah hampir dua kali lipat menjadi 206 insiden pada tahun kedua.