Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Mengenal Tradisi Diwali di India, Festival Cahaya yang Penuh Makna

Diwali merupakan festival cahaya di India yang melambangkan kemenangan kebaikan dan kebersamaan.

Berdoa dengan lilin menyala dalam perayaan Diwali
Berdoa dengan lilin menyala dalam perayaan Diwali (Foto: Unsplash/Dibakar Roy)

India memiliki beragam festival budaya yang menarik untuk dikenal, salah satunya Diwali atau Deepavali.

Perayaan yang dikenal sebagai Festival of Lights ini identik dengan lampu minyak, dekorasi warna-warni, kembang api, hingga tradisi berkumpul bersama keluarga.

Diwali bukan sekadar festival yang berlangsung meriah, tetapi juga memiliki makna filosofis tentang kemenangan kebaikan atas kejahatan dan cahaya yang mengalahkan kegelapan.

Iklan

Dilansir dari laman Ministry of Tourism, Government of India, tahun ini, perayaan Diwali di India jatuh pada 8 November.

Perayaan Diwali

Diwali berasal dari istilah Sanskerta Deepavali yang berarti deretan cahaya atau lampu. Festival ini menjadi salah satu perayaan penting dalam tradisi Hindu dan biasanya berlangsung pada bulan Kartika dalam kalender Hindu, sekitar Oktober hingga November.

Salah satu kisah yang melatarbelakangi perayaan ini adalah kepulangan Dewa Rama bersama Sita dan Lakshmana ke Ayodhya setelah menjalani pengasingan selama 14 tahun dan mengalahkan Rahwana.

Masyarakat kemudian menyalakan lampu minyak untuk menyambut kepulangan mereka. Tradisi tersebut menjadi simbol kemenangan kebaikan atas kejahatan serta harapan baru dalam kehidupan.

Diwali juga memiliki makna tersendiri bagi komunitas Jain dan Sikh. Dalam Jainisme, perayaan ini berkaitan dengan pencapaian nirwana Mahavira, sedangkan umat Sikh memperingati Bandi Chhor Divas.

Lima Hari Perayaan

Diwali umumnya dirayakan selama lima hari. Setiap harinya memiliki kegiatan dan makna yang berbeda.

  • Dhanteras: Hari pertama yang identik dengan membeli perhiasan, logam, atau peralatan rumah tangga sebagai simbol keberuntungan dan kemakmuran.
  • Naraka Chaturdashi: Hari kedua yang memperingati kemenangan atas Narakasura. Masyarakat biasanya melakukan ritual pembersihan diri dan menyalakan lampu.
  • Lakshmi Puja: Hari ketiga sekaligus puncak perayaan Diwali. Keluarga melakukan pemujaan kepada Dewi Lakshmi dan Dewa Ganesha untuk memohon kemakmuran serta keberuntungan.
  • Govardhan Puja: Hari keempat yang berkaitan dengan kisah Dewa Krishna dan Gunung Govardhan. Masyarakat di sejumlah daerah menyiapkan persembahan makanan.
  • Bhai Dooj: Hari kelima yang merayakan ikatan persaudaraan antara saudara perempuan dan laki-laki melalui ritual pemberian tanda tilak serta hadiah.

Rangkaian tersebut merupakan gambaran umum tradisi Diwali. Pelaksanaannya dapat berbeda sesuai daerah dan komunitas yang merayakannya.

Dekorasi Khas Diwali

Salah satu ciri khas Diwali adalah dekorasi rumah yang dipenuhi cahaya dan warna. Masyarakat biasanya menyalakan diya, yaitu lampu tradisional berbahan tanah liat yang menggunakan minyak dan sumbu.

Lampu-lampu tersebut diletakkan di depan rumah, halaman, jendela, hingga tempat ibadah. Selain memperindah lingkungan, diya juga menjadi simbol harapan dan kemenangan cahaya atas kegelapan.

Dekorasi lainnya adalah rangoli, yaitu karya seni di lantai yang dibuat menggunakan bubuk berwarna, beras, bunga, atau bahan alami lainnya. Rangoli biasanya ditempatkan di dekat pintu masuk rumah sebagai simbol penyambutan, keindahan, dan keberuntungan.

Berbagi Makanan Manis

Diwali juga menjadi momen untuk mempererat hubungan keluarga dan lingkungan sosial. Salah satu tradisinya adalah menyiapkan berbagai makanan manis khas India yang dikenal sebagai mithai.

Beberapa hidangan yang sering disajikan antara lain ladoo, barfi, dan gulab jamun. Makanan tersebut dibagikan kepada keluarga, tetangga, maupun teman sebagai bentuk kebersamaan.

Selain berbagi makanan, masyarakat juga memiliki tradisi bertukar hadiah dan mengenakan pakaian baru. Kegiatan ini mencerminkan nilai kemurahan hati, rasa syukur, dan keharmonisan dalam kehidupan sosial.

Persoalan Polusi Udara

Di balik kemeriahannya, penggunaan petasan dan kembang api selama Diwali juga menjadi perhatian karena berpotensi meningkatkan pencemaran udara.

Dalam penelitian berjudul Environmental Geochemistry and Health tahun 2024 mengamati dampak pembakaran kembang api selama Diwali di Bhubaneswar, India.

Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi partikulat PM2.5 mencapai 113,83 mikrogram per meter kubik dan PM10 sebesar 204,32 mikrogram per meter kubik pada hari perayaan tahun 2021. Peningkatan tersebut terdeteksi di tujuh lokasi pengamatan dan melampaui standar kualitas udara ambien nasional India.

Menjadi Tantangan

Temuan ini menunjukkan bahwa kemeriahan festival juga memiliki tantangan lingkungan yang perlu diperhatikan.

Penggunaan kembang api yang lebih ramah lingkungan dan pembatasan penyalaan petasan menjadi salah satu upaya untuk mengurangi dampak pencemaran udara.

Dengan berbagai tradisi dan maknanya, Diwali bukan hanya menjadi festival cahaya yang meriah, tetapi juga mencerminkan nilai kebersamaan, harapan, dan kemenangan kebaikan dalam kehidupan masyarakat India.

Iklan