Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Aksi Simbolik di AMI Awards: Saat Hindia dan Musisi Lain Acungkan Tiga Jari

Salah satunya dilakukan oleh Baskara Putra atau Hindia bersama Dipha Barus yang mengangkat tiga jari saat menerima penghargaan di atas panggung.

Malam penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026.
Malam penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026. (Foto: Youtube AMI Awards)

Sejumlah musisi tanah air turut menyampaikan pesan sosial dalam malam penghargaan Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026.

Salah satunya dilakukan oleh Baskara Putra atau Hindia bersama Dipha Barus yang mengangkat tiga jari saat menerima penghargaan di atas panggung.

Mengutip dari siaran YouTube Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2026, Jumat, 6 November 2026, Hindia dan Dipha Barus menyampaikan pesan tersebut ketika menerima penghargaan kategori Artis/Solo/Grup Dance Terbaik di Ciputra Artpreneur, Jakarta Selatan.

Iklan

Keduanya kemudian menyampaikan pesan terkait kondisi lingkungan dan kebijakan pemerintah yang dinilai belum berpihak kepada masyarakat.

Malam ini kami dedikasikan untuk teman-teman yang sulit bernapas karena alamnya dibakar, untuk yang sulit bernapas karena kebijakan tidak berpihak kepada kita semua, dan untuk yang masih diadu domba,”

ujar Hindia.

Setelah menyampaikan pernyataan tersebut, Hindia dan Dipha Barus kemudian mengangkat tiga jari secara bersamaan di atas panggung.

Gestur tersebut disambut tepuk tangan dari para hadirin yang menyaksikan malam penghargaan tersebut.

Hindia dan Sejumlah Musisi Acungkan Tiga Jari di AMI Awards, Apa Artinya?
Naykilla dalam AMI Awards (youtube AMI Awards)

Selain Hindia dan Dipha Barus, sejumlah musisi lainnya juga menyampaikan pesan serupa. Band Perunggu, Kunto Aji, hingga Naykilla turut memberikan pernyataan dalam malam penghargaan AMI Awards 2026.

Makna Tiga Jari

Melansir dari Instagram @bemui_official, Jumat, 6 November 2026, Three Finger Salute berawal dari gerakan yang dilakukan dalam film fiksi berjudul The Hunger Games yang bermakna sebagai salam penghormatan.

Namun, seiring perkembangannya, simbol tersebut telah berubah arti menjadi gerakan perlawanan. Simbol ini berawal dari masyarakat di Thailand pada 2014 ketika sedang melakukan unjuk rasa ke jalanan sebagai bentuk perlawanan terhadap rezim militer.

Tidak berhenti di Thailand, pada tahun 2021 simbol tersebut kembali digunakan oleh warga Myanmar ketika melakukan demonstrasi. Simbol tersebut juga menjadi bentuk perlawanan mereka terhadap pemerintah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Aktif menulis berbagai artikel bertema liputan khusus, gaya hidup, hingga isu transportasi publik di OWRITE.

  • Editor

    Editor berita di OWRITE Media, meliput pemberitaan gaya hidup dan Peristiwa.