Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Capek Menyapu dan Mengepel Berulang Kali? Coba 7 Cara Ini agar Rumah Tidak Cepat Berdebu!

Menjaga rumah agar tidak cepat berdebu dapat dilakukan dengan melepas sepatu, rutin membersihkan perabotan, menjaga sirkulasi udara, dan merawat filter AC.

Ilustrasi membersihkan rumah.
Ilustrasi membersihkan rumah. (Foto: Unsplash/Josue Michel)

Rumah yang baru saja dibersihkan terkadang kembali dipenuhi debu hanya dalam hitungan jam. Kondisi ini sering membuat penghuni rumah harus berulang kali menyapu, mengepel, hingga mengelap perabotan.

Padahal, debu rumah tidak hanya berasal dari tanah yang terbawa dari luar, tetapi juga dari aktivitas manusia, serpihan kulit mati, bulu hewan, serat kain, hingga partikel yang masuk melalui ventilasi.

Dalam jurnal Energy and Buildings tahun 2023, sumber partikel di dalam ruangan berasal dari aktivitas manusia, proses pembakaran, dan polusi dari luar ruangan.

Iklan

Karena itu, membersihkan rumah saja terkadang belum cukup untuk mengendalikan penumpukan debu.

Maka itu, merangkum dari berbagai sumber, ada beberapa kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan agar rumah tidak terus-menerus berdebu.

Lepaskan Sepatu

Salah satu sumber debu yang sering tidak disadari adalah alas kaki. Sepatu dan sandal yang digunakan di luar rumah dapat membawa tanah, pasir, serbuk sari, pestisida, hingga berbagai kontaminan lainnya ke dalam ruangan.

University of Georgia Extension tahun 2025, menjelaskan bahwa sekitar 30–40 persen kontaminan di dalam rumah dapat terbawa dari luar.

Menggunakan keset di depan pintu dan membiasakan melepas sepatu sebelum masuk rumah dapat membantu mengurangi masuknya kotoran.

Kebiasaan ini juga membuat lantai tidak cepat kotor sehingga frekuensi menyapu dan mengepel bisa dikurangi.

Gunakan Kain Lembap

Mengelap meja, lemari, dan rak menggunakan kemoceng kering memang terlihat praktis. Namun, cara tersebut berpotensi membuat partikel debu kembali beterbangan dan menyebar ke permukaan lainnya.

Kelembapan membantu menangkap dan menahan debu sehingga tidak mudah terangkat kembali ke udara.

Sebaiknya, bersihkan permukaan perabotan dari bagian atas terlebih dahulu, kemudian lanjutkan ke bagian bawah agar debu yang jatuh bisa dibersihkan sekaligus.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Jangan Cuma Dibuat Jus, Markisa Ternyata Punya Segudang Manfaat yang Jarang Diketahui

Rutin Membersihkan

Karpet, sofa berbahan kain, gorden, hingga kasur dapat menjadi tempat berkumpulnya debu. Serat kain mampu menahan serpihan kulit mati, bulu hewan, tungau debu, dan berbagai partikel kecil lainnya.

EPA merekomendasikan penyedotan debu pada karpet dan furnitur secara rutin, setidaknya satu kali seminggu atau lebih sering jika diperlukan.

Penggunaan vacuum cleaner dengan filter HEPA juga bisa menjadi pilihan. Filter ini membantu menangkap partikel kecil agar tidak kembali terlepas ke udara melalui saluran pembuangan mesin.

Rumah Cepat Berdebu Meski Sudah Dibersihkan? Ini Cara Mengatasinya
Lap menggunakan kain lembap (Foto: Unsplash/Kelly Sikkema)

Sirkulasi Udara

Debu tidak selalu berasal dari dalam rumah. Partikel polusi, asap kendaraan, dan debu jalanan juga dapat masuk melalui pintu, jendela, maupun celah bangunan.

Karena konsentrasi partikel di dalam ruangan, dominan dipengaruhi oleh aktivitas manusia dan ventilasi. Maka itu, sirkulasi udara perlu diperhatikan.

Buka jendela ketika kualitas udara luar sedang baik agar terjadi pertukaran udara.

Namun, ketika polusi atau debu di luar sedang tinggi, sebaiknya batasi masuknya udara dari luar dan pertimbangkan penggunaan penyaring udara.

Kurangi Barang Menumpuk

Semakin banyak barang yang diletakkan terbuka, semakin banyak pula permukaan yang bisa menjadi tempat menempelnya debu.

Tumpukan buku, pajangan, pakaian, dan barang-barang kecil di atas meja dapat membuat proses pembersihan menjadi lebih sulit. Debu juga mudah berkumpul di sela-sela barang yang jarang dipindahkan.

Cobalah menerapkan kebiasaan merapikan barang secara berkala. Simpan benda yang jarang digunakan di dalam lemari atau kotak tertutup agar tidak terus-menerus terpapar debu.

Filter Pendingin Ruangan

Bagi rumah yang menggunakan AC, filter udara perlu dibersihkan secara berkala. Filter yang kotor dapat dipenuhi debu dan menghambat aliran udara.

Selain itu, debu juga dapat menumpuk pada bagian ventilasi dan komponen pendingin ruangan. Karena itu, ikuti petunjuk perawatan dari produsen dan lakukan servis sesuai kebutuhan.

Jika menggunakan air purifier, pastikan filter dibersihkan atau diganti sesuai petunjuk pemakaian agar kemampuannya menyaring partikel tetap optimal.

Rumah Bersih

Mengurangi debu di rumah bukan berarti harus menyapu dan mengepel sepanjang hari. Kuncinya adalah mengendalikan sumber debu sejak awal, memilih metode pembersihan yang tepat, dan menjaga kebersihan perabotan secara konsisten.

Dengan membiasakan melepas sepatu, menggunakan kain lembap, membersihkan furnitur berbahan kain, serta memperhatikan ventilasi, penumpukan debu dapat dikurangi.

Rumah pun bisa terasa lebih bersih dan nyaman tanpa harus terus-menerus melakukan pekerjaan rumah.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar