Bagi yang suka memelihara ikan, menjaga kesehatan dan penampilan ikan tentu menjadi hal penting. Namun, tahukah kamu bahwa ikan juga bisa mengalami kondisi ketika sisiknya berdiri hingga menyerupai kulit buah nanas?
Kondisi tersebut dikenal sebagai pineconing dan sering dikaitkan dengan penyakit dropsy. Bukan sekadar perubahan penampilan, gejala ini bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada organ dalam ikan, terutama ginjal.
Lantas, apa penyebab sisik ikan berdiri seperti buah nanas? Dilansir dari laman Halodoc, 2 Juli 2026, berikut penjelasan lengkap penyebab, gejala dan bagaimana cara mengobatinya.
Iklan
Sisik Nanas
Penyakit sisik nanas sebenarnya bukan nama penyakit medis yang spesifik. Istilah tersebut merujuk pada gejala pineconing, yaitu kondisi ketika sisik ikan terangkat dan mencuat ke berbagai arah sehingga menyerupai kulit buah nanas.
Gejala ini sering ditemukan pada ikan yang mengalami dropsy. Kondisi tersebut ditandai dengan penumpukan cairan di dalam rongga tubuh atau jaringan sehingga menyebabkan perut membengkak.
Normalnya, sisik ikan menempel rapat pada permukaan tubuh. Namun, ketika terjadi penumpukan cairan di dalam tubuh, tekanan dari jaringan di bawah kulit dapat membuat sisik terlihat berdiri.
Penyebabnya
Dropsy bukan disebabkan oleh satu jenis penyakit saja. Kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan fungsi ginjal, infeksi mikroorganisme, maupun masalah kesehatan organ lainnya.
Salah satu bakteri yang sering dikaitkan dengan gangguan kesehatan ikan adalah Aeromonas hydrophila. Bakteri ini dapat menyebabkan infeksi yang dikenal sebagai Motile Aeromonas Septicemia (MAS).
Infeksi tersebut dapat memicu berbagai gejala, seperti luka pada kulit, bercak kemerahan, mata menonjol, perut membengkak, hingga kerusakan jaringan.
Selain infeksi bakteri, kualitas air yang buruk, stres lingkungan, dan gangguan metabolisme juga dapat memperburuk kondisi kesehatan ikan.
Gejala Lain
Selain sisik yang berdiri, ikan dengan dropsy dapat menunjukkan beberapa perubahan fisik dan perilaku, antara lain:
Perut terlihat membesar atau membuncit.
Mata menonjol keluar (exophthalmia).
Nafsu makan menurun.
Gerakan berenang menjadi lambat atau tidak beraturan.
Tubuh tampak lemas dan kurang responsif.
Muncul bercak kemerahan atau luka pada kulit.
Gejala tersebut dapat muncul bersamaan maupun berbeda-beda, bergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gangguan yang dialami ikan.
Penampakan penyakit sisik nanas pada ikan (Foto: TikTok/Cupangmada)
Tidak Selalu Karena Infeksi
Dalam jurnal Journal of Survey in Fisheries Sciences tahun 2023, menemukan kasus dropsy pada ikan koi yang tidak menunjukkan bukti infeksi mikroorganisme.
Penelitian tersebut menggunakan pemeriksaan histopatologi dan PCR untuk mengidentifikasi penyebab gangguan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan adanya kerusakan pada sejumlah organ, termasuk ginjal dan hati. Sementara itu, pemeriksaan PCR tidak mendeteksi lima patogen yang diuji.
Peneliti menduga gangguan fungsi ginjal menyebabkan ikan kesulitan mengatur keseimbangan cairan tubuh (osmoregulasi), sehingga cairan menumpuk di dalam rongga tubuh. Temuan ini memperlihatkan bahwa pemberian antibiotik tidak selalu menjadi solusi untuk mengatasi dropsy.
Cara Menanganinya
Penanganan dropsy perlu disesuaikan dengan penyebab yang mendasarinya. Pemilik ikan dapat melakukan beberapa langkah awal untuk mengurangi risiko kondisi semakin parah, seperti:
Pisahkan ikan yang sakit. Tempatkan ikan di wadah karantina dengan kondisi air yang sesuai.
Periksa kualitas air. Pastikan kadar amonia dan nitrit terkendali, serta suhu dan pH sesuai kebutuhan spesies ikan.
Amati pola makan. Berikan pakan berkualitas dengan jumlah yang sesuai.
Lakukan pemeriksaan kesehatan. Konsultasikan kondisi ikan kepada dokter hewan yang menangani kesehatan hewan akuatik untuk mengetahui penyebabnya.
Apabila ditemukan indikasi infeksi bakteri, dokter hewan dapat menentukan pengobatan yang tepat. Sebaliknya, jika terjadi kerusakan organ, penanganannya tentu berbeda dan prognosisnya bisa lebih sulit.
Kerusakan Organ Serius
Sisik ikan yang berdiri seperti buah nanas bukan sekadar perubahan penampilan. Kondisi tersebut dapat menjadi tanda gangguan kesehatan serius yang melibatkan ginjal, hati, maupun organ lainnya.
Karena penyebabnya beragam, mengenali gejala sejak awal dan menjaga kualitas air menjadi langkah penting dalam pemeliharaan ikan. Pemeriksaan lebih lanjut juga diperlukan agar penanganannya tidak keliru.