Sebanyak 400 lulusan sarjana terpilih menjadi peserta angkatan pertama Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI) 2026. Program yang digagas Presiden Prabowo ini dirancang untuk menyiapkan talenta muda sebagai calon pemimpin Badan Usaha Milik Negara (BUMN).
Program tersebut mulai diperkenalkan sejak Februari 2026 melalui sosialisasi rekrutmen di sejumlah perguruan tinggi. Setelah berjalan selama sekitar sembilan bulan, program ini kembali menjadi perhatian ketika 400 pesertanya mengikuti taklimat langsung dari Presiden Prabowo di Istana Negara, Jakarta, pada 3 November 2026.
Namun, sepanjang perjalanannya, program ini mengalami beberapa kali perubahan penyebutan. Mulai dari Presidential Future Leaders Program (PFLP), Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD), hingga akhirnya menggunakan nama Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI).
Iklan
Berikut perjalanan program yang dipersiapkan untuk mencetak calon pemimpin di lingkungan BUMN tersebut.
Rekrutmen Talenta Muda Dimulai Februari 2026
Pengenalan program dimulai pada Februari 2026 melalui sosialisasi Presidential Future Leaders Program (PFLP) 2026 yang melibatkan PT Danantara Asset Management dan sejumlah perguruan tinggi.
Salah satunya berlangsung di Universitas Padjadjaran (Unpad), Jatinangor, pada Kamis, 26 Februari 2026. Mengutip dari laman resmi Unpad, Koordinator Asisten Deputi Bidang Manajemen SDM BUMN Herudi Kandau Nugroho menyebut PFLP 2026 dirancang untuk mencetak calon pemimpin Indonesia yang memiliki kompetensi profesional sekaligus komitmen kebangsaan.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya membangun estafet kepemimpinan BUMN melalui talenta muda dari berbagai perguruan tinggi.
Melansir akun Instagram @ubtv_brawijaya, program ini menjaring talenta terbaik dari 17 perguruan tinggi untuk terhubung dengan lebih dari 20 BUMN. Nantinya para lulusan yang terpilih akan ditempatkan di perusahaan plat merah seperti Telkom Indonesia, PLN, Pertamina, Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, hingga PT Kereta Api Indonesia.
Adapun kualifikasi awal peserta PFLP 2026 meliputi:
Lulusan D4 atau S1 maksimal berusia 26 tahun.
Lulusan S2 maksimal berusia 28 tahun.
Memiliki IPK minimal 3,25 untuk S1 dan 3,5 untuk S2.
Bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia.
Memiliki kondisi kesehatan jasmani yang baik.
Ilustrasi rencana pembangunan Universitas Republik Indonesia atau URI. (Foto: AI).
400 Peserta Mulai Jalani Pendidikan pada Mei 2026
Setelah proses rekrutmen, program memasuki tahap pendidikan pada 20-24 Mei 2026. Sebanyak 400 peserta terpilih mengikuti angkatan pertama PFLP yang secara khusus disiapkan menjadi calon pemimpin perusahaan BUMN.
Berdasarkan keterangan Kementerian Pertahanan pada 25 Mei 2026, jumlah tersebut merupakan hasil seleksi dari sekitar 6.000 pendaftar rekrutmen BUMN tahun 2025.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.068 orang yang memenuhi persyaratan kemudian diundang untuk mengikuti seleksi tingkat pusat. Proses seleksi mencakup penilaian mental ideologi, kesehatan, dan kemampuan jasmani hingga akhirnya terpilih 400 peserta.
Mereka terdiri atas 270 pria dan 130 wanita yang berasal dari 38 perusahaan BUMN serta merupakan lulusan 44 perguruan tinggi di Indonesia.
Pada 24 Mei 2026, Presiden Prabowo memberikan taklimat kepada para peserta di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Melansir akun Instagram @bumn_id, program pendidikan tersebut merupakan kolaborasi Kementerian Pertahanan, BP BUMN, dan Danantara Indonesia untuk membentuk generasi penerus BUMN yang unggul, disiplin, serta memiliki wawasan kebangsaan.
Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Indonesia Dony Oskaria turut menghadiri agenda tersebut bersama jajaran pemerintah dan pimpinan lembaga negara.
Pendidikan peserta juga dirancang berlangsung selama sembilan bulan melalui tiga tahapan, yakni:
Tahap I (3 bulan): Pembentukan karakter dan disiplin di lingkungan pendidikan dan pelatihan TNI.
Tahap II (4 bulan): Pengembangan kemampuan manajerial melalui Danantara Corporate University.
Tahap III (2 bulan): Pemagangan di kementerian, lembaga, maupun lingkungan BUMN.
Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pemagangan, peserta diproyeksikan untuk diangkat menjadi karyawan tetap di lingkungan BUMN.
Gedung Kementerian BUMN di Jakarta, Selasa (7/1/2020). (ANTARA/Aji Cakti)
URI Mulai Diperkenalkan pada Juli 2026
Dua bulan setelah program berjalan, pemerintah mulai memperkenalkan Universitas Republik Indonesia (URI) dalam ekosistem pendidikan peserta.
Pada 22 Juli 2026, Presiden Prabowo melantik Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur URI dan Yos Sunitiyoso sebagai Wakil Gubernur URI di Istana Negara.
Pengangkatan keduanya didasarkan pada Keputusan Presiden Nomor 80/P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Gubernur dan Wakil Gubernur Universitas Republik Indonesia.
Seiring dengan perkembangan tersebut, penyebutan PFLP dalam sejumlah keterangan kegiatan pemerintah mulai bergeser menjadi Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan atau P3MD.
Perubahan penyebutan itu terlihat dalam berbagai kegiatan pembekalan yang melibatkan URI dan Danantara Corporate University.
Pada 21 Agustus 2026, peserta menyelesaikan tahap pembentukan karakter di lingkungan pendidikan dan pelatihan TNI. Setelah itu, mereka melanjutkan pendidikan ke tahap pengembangan kemampuan manajerial dan kepemimpinan.
Salah satu kegiatan pembekalan dilakukan melalui kolaborasi URI dengan Danantara Corporate University dengan menghadirkan sejumlah tokoh nasional.
Mengutip dari laman Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memberikan pengayaan kepada sekitar 384 peserta P3MD.
Dalam kesempatan tersebut, AHY mendorong generasi muda calon pemimpin BUMN agar terlibat aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan nasional.
AHY juga menekankan pentingnya kualitas sumber daya manusia dalam mendukung pembangunan infrastruktur dan konektivitas nasional.
Nama Berubah Lagi Menjadi P3MDI
Memasuki November 2026, penyebutan program kembali mengalami perubahan menjadi Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan Indonesia (P3MDI).
Nama tersebut terlihat dalam agenda taklimat Presiden Prabowo kepada peserta angkatan pertama di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Mengutip dari keterangan Sekretariat Kabinet yang dipublikasikan pada 4 November 2026, taklimat tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat pembangunan sumber daya manusia dan menyiapkan calon pemimpin masa depan.
Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo menekankan pentingnya membentuk generasi pemimpin yang tidak hanya unggul secara profesional, tetapi juga memiliki integritas, empati, dan jiwa kebangsaan.
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menjelaskan bahwa sekitar 400 lulusan sarjana telah terpilih melalui proses seleksi untuk mengikuti angkatan pertama program tersebut.
Mereka dipersiapkan untuk mengisi kebutuhan sumber daya manusia di BUMN maupun berbagai program strategis nasional.
Brian mengatakan, peserta akan menjalani pelatihan intensif sebelum diterjunkan ke dunia kerja. Pembekalan itu diharapkan tidak hanya meningkatkan kemampuan profesional, tetapi juga membentuk karakter dan integritas peserta.
Menurut Brian, Presiden menginginkan para peserta memiliki pemahaman yang baik mengenai kondisi masyarakat dan bangsa Indonesia.
Dengan demikian, mereka tidak hanya memiliki kemampuan teknis untuk bekerja, tetapi juga kepekaan terhadap kebutuhan masyarakat serta tanggung jawab dalam menjalankan tugas.
Pemerintah pun memproyeksikan para peserta dapat bekerja secara tetap di lingkungan BUMN setelah menyelesaikan seluruh rangkaian pendidikan dan pemagangan.