Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Hype

Sering Makan Daun Kemangi karena Takut Bau Badan? Ternyata Begini Faktanya!

Makan kemangi belum terbukti menghilangkan bau badan, meskipun minyak atsirinya berpotensi menjadi bahan alami deodoran.

Daun kemangi.
Daun kemangi (Foto: Unsplash/Danielle Suijkerbuijk)

Daun kemangi dikenal sebagai lalapan yang memiliki aroma khas dan sering dikonsumsi bersama pecel lele, ayam goreng, hingga berbagai hidangan Nusantara.

Selain memberikan sensasi segar pada makanan, kemangi juga dipercaya sebagian masyarakat dapat membantu menghilangkan bau badan, terutama bau keringat.

Kepercayaan tersebut muncul karena kemangi memiliki aroma harum yang cukup kuat serta mengandung sejumlah senyawa alami.

Iklan

Namun, benarkah rutin makan daun kemangi bisa membuat tubuh bebas dari bau keringat?

Aktivitas Bakteri

Banyak orang mengira keringat merupakan penyebab utama bau badan. Padahal, keringat yang baru keluar dari tubuh umumnya tidak memiliki bau menyengat.

Mengutip dari Instituto Valenciano de Microbiologia, menjelaskan bahwa bau badan atau body odor muncul ketika bakteri di permukaan kulit memecah komponen dalam keringat, terutama yang berasal dari kelenjar apokrin.

Proses tersebut menghasilkan senyawa yang menimbulkan aroma tidak sedap.

Kondisi ini biasanya lebih terasa di area ketiak karena memiliki banyak kelenjar apokrin dan menjadi tempat berkembangnya berbagai mikroorganisme.

Selain aktivitas bakteri, bau badan juga dapat dipengaruhi oleh faktor genetik, perubahan hormon, kebersihan tubuh, makanan, serta kondisi kesehatan tertentu.

Daun Kemangi

Daun kemangi (Ocimum basilicum) mengandung berbagai senyawa bioaktif, termasuk eugenol, linalool, dan senyawa fenolik. Beberapa di antaranya diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antimikroba dalam penelitian laboratorium.

Senyawa antimikroba dapat menghambat pertumbuhan mikroorganisme tertentu. Hal inilah yang kemudian memunculkan dugaan bahwa kemangi berpotensi membantu mengurangi bakteri penyebab bau badan.

Namun, perlu dibedakan antara aktivitas antimikroba ekstrak atau minyak atsiri kemangi dalam pengujian laboratorium dengan efek mengonsumsi daun kemangi secara langsung.

Pilihan EditorOssid Duha Jussas Salma

Daun Pohpohan, Lalapan Khas Sunda yang Kaya Antioksidan

Bahan Deodoran

Menariknya, potensi kemangi untuk mengatasi bau badan pernah diteliti secara lebih spesifik.

Dalam jurnal Bioedukasi Universitas Jember pada Februari 2025 berjudul Test of Antibacterial Activity of Kicked Oranges (Citrus Hystrix) and Basil Leaves (Ocimum Basilicum L) Against Staphylococcus Epidermidis Bacteria in Spray Deodorant Preparations menguji aktivitas antibakteri minyak atsiri daun kemangi dan kulit jeruk purut.

Penelitian tersebut menggunakan sediaan deodoran semprot dan menguji kemampuannya dalam menghambat pertumbuhan bakteri Staphylococcus epidermidis.

Hasil penelitian ini memberikan gambaran bahwa minyak atsiri kemangi berpotensi dikembangkan sebagai salah satu bahan alami dalam produk deodoran.

Meski demikian, penelitian tersebut menguji penggunaan kemangi secara topikal dalam formulasi deodoran, bukan melalui konsumsi sebagai lalapan.

Benarkah Makan Daun Kemangi Bisa Hilangkan Bau Keringat? Ini Faktanya
Pohon kemangi (Foto: Unsplash/Markus Spiske)

Tidak Menghilangkan Bau Badan

Aroma khas daun kemangi berasal dari kandungan minyak atsiri yang memiliki berbagai komponen volatil. Ketika daunnya dikunyah, aroma tersebut memang dapat memberikan sensasi segar pada mulut.

Namun, aroma harum dari makanan tidak serta-merta mengubah proses biologis yang menyebabkan bau badan.

Senyawa dalam kemangi yang memiliki aktivitas antimikroba juga belum tentu bekerja dengan cara yang sama setelah masuk ke saluran pencernaan.

Tubuh akan mencerna dan memetabolisme berbagai senyawa tersebut sebelum sebagian komponennya diserap.

Karena itu, mengonsumsi kemangi tidak bisa disamakan dengan mengoleskan formulasi deodoran yang mengandung bahan antimikroba langsung pada permukaan kulit.

Cara Lebih Efektif

Jika ingin mengurangi bau badan, ada beberapa langkah yang lebih didukung oleh bukti medis dibandingkan hanya mengandalkan konsumsi kemangi, yaitu:

  • Mandi secara teratur. Membersihkan kulit membantu mengurangi keringat, kotoran, dan bakteri penyebab bau badan.
  • Menggunakan deodoran. Produk ini membantu mengendalikan bau dengan menutupi aroma atau mengurangi aktivitas bakteri.
  • Menggunakan antiperspiran. Produk ini membantu mengurangi produksi keringat sehingga kelembapan di area ketiak dapat dikendalikan.
  • Mengganti pakaian. Gunakan pakaian bersih, terutama setelah berolahraga atau melakukan aktivitas yang menyebabkan banyak keringat.
  • Menjaga area ketiak tetap kering. Kondisi kulit yang lembap dapat membuat masalah bau badan lebih sulit dikendalikan.

Mitos

Daun kemangi memang mengandung senyawa bioaktif yang memiliki potensi antimikroba. Bahkan, penelitian telah menguji pemanfaatan minyak atsirinya sebagai bahan dalam formulasi deodoran.

Namun, belum ada bukti klinis yang menunjukkan bahwa mengonsumsi daun kemangi dapat menghilangkan bau keringat atau mengatasi bau badan dari dalam tubuh.

Kemangi tetap boleh dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat, tetapi jangan menjadikannya pengganti deodoran, antiperspiran, maupun perawatan kebersihan tubuh.

Jika bau badan terasa sangat menyengat, muncul tiba-tiba, atau tidak membaik meskipun kebersihan tubuh sudah dijaga, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui penyebabnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Seorang jurnalis, penulis, dan peneliti asal Indonesia lulusan Universitas Esa Unggul.

  • Asisten Redaktur

    Rahmat Tunny adalah Asisten Redaktur di OWRITE yang berfokus pada peliputan berita nasional dan isu-isu kebijakan publik. Pemegang gelar