Ketegangan di Jalur Gaza yang terus berkecamuk pasca gempuran brutal Israel membuat Amerika Serikat mengambil langkah serius. Washington kini tengah menggelar pembicaraan dengan sejumlah negara, termasuk Indonesia, untuk membentuk pasukan internasional penjaga perdamaian di wilayah Palestina tersebut.
Langkah ini bertujuan menstabilkan situasi keamanan di Gaza yang hancur akibat konflik panjang antara Israel dan Hamas. Dua penasihat senior Presiden Donald Trump mengonfirmasi bahwa negosiasi pembentukan pasukan multi-negara telah dimulai.
Fokus utama kami saat ini adalah stabilisasi situasi di Gaza. Pembentukan pasukan internasional sudah mulai berjalan,” ungkap salah satu penasihat Trump kepada Reuters, Rabu (15/10/2025).
Indonesia Termasuk Negara Didekati AS
Menurut laporan sumber tersebut, Amerika Serikat telah menjalin komunikasi dengan beberapa negara strategis di kawasan dan Asia, termasuk Indonesia, Uni Emirat Arab, Mesir, Qatar, dan Azerbaijan. Mereka diproyeksikan untuk berkontribusi dalam misi perdamaian di Gaza, baik melalui pasukan militer maupun dukungan logistik.
Pasukan ini merupakan salah satu poin penting dari proposal 20 butir gencatan senjata yang diajukan oleh pemerintahan Trump dan telah disetujui oleh Israel serta Hamas sebagai dasar kesepakatan damai sementara.
Meski begitu, Amerika Serikat menegaskan hanya akan mengirim hingga 200 personel militer, dan tidak akan menempatkan pasukannya secara langsung di Gaza. Mereka akan berperan sebagai pengawas dan pengkoordinasi operasi di lapangan.
Kami ingin menggandeng mitra regional yang memiliki komitmen kuat terhadap perdamaian. Indonesia termasuk di antara negara yang kami ajak berdialog,” ujar salah satu penasihat senior Gedung Putih.
Pasca insiden eksekusi terhadap tujuh warga Gaza yang dituduh bekerja sama dengan Israel, Amerika Serikat kini mendorong pembentukan zona aman bagi warga sipil.
Langkah ini bertujuan mencegah kekerasan lanjutan dan menciptakan area yang kondusif bagi proses rekonstruksi Gaza setelah perang.
Trump disebut telah memerintahkan timnya untuk memastikan tidak ada warga Gaza yang dipaksa meninggalkan wilayah Palestina. Fokus utama AS kini adalah membangun kembali kawasan bebas militan dengan dukungan negara-negara mitra, termasuk Indonesia.
Siap Kirim Pasukan Perdamaian
Sementara itu, dari Jakarta, Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk terus mendukung kemerdekaan dan perdamaian Palestina. Prabowo mengaku siap jika Indonesia diminta ikut serta dalam misi penjaga perdamaian internasional di Gaza.
Kita selalu mendukung kemerdekaan rakyat Palestina. Indonesia aktif kirim bantuan kemanusiaan, termasuk kapal dan pesawat Hercules. Kita akan terus berkomitmen untuk mendukung perjuangan mereka,” ujar Prabowo.
Prabowo bahkan telah memerintahkan TNI untuk mulai mempersiapkan pasukan perdamaian jika sewaktu-waktu diminta terlibat oleh komunitas internasional.
Kalau diminta, Indonesia siap kirim pasukan peacekeeping. Sekarang kita sedang bahas detail teknisnya. Proses ini memang rumit, tapi sudah mulai berjalan,” kata Prabowo menegaskan.
Instruksi langsung dari Presiden disampaikan dalam rapat terbatas (ratas) di kediaman pribadi Prabowo di Jalan Kertanegara, Jakarta, pada Minggu (12/10/2025).
Dalam rapat tersebut, Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita diminta untuk mulai melakukan persiapan internal. Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi membenarkan adanya arahan tersebut.
Presiden menyampaikan bahwa jika perdamaian benar-benar terwujud dan Indonesia diminta untuk ikut menjaga stabilitas Gaza, maka TNI harus siap. Karena itu, Wakil Panglima TNI sudah diminta menyiapkan pasukan sejak sekarang,” jelas Prasetyo.
