Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keyakinannya bahwa Amerika Serikat dan Kuba memiliki peluang untuk mencapai kesepakatan guna meredam krisis kemanusiaan yang tengah melanda negara Karibia tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan pada Minggu.
Ini tidak harus menjadi krisis kemanusiaan. Saya pikir mereka (otoritas Kuba) mungkin akan datang kepada kami dan ingin membuat kesepakatan, sehingga Kuba dapat bebas kembali. Mereka akan datang kepada kami, mereka akan membuat kesepakatan,”
kata Trump.
Trump menilai dialog terbuka dapat menjadi jalan keluar agar kondisi di Kuba tidak semakin memburuk.
Permudah Kunjungan Warga AS Keturunan Kuba
Selain menyinggung peluang kesepakatan, Trump juga mengungkapkan keinginannya untuk membuka akses bagi warga Amerika Serikat keturunan Kuba agar dapat kembali mengunjungi keluarga mereka di tanah kelahiran.
Saya mengenal banyak orang dari Kuba, tetapi saat ini kami memiliki banyak orang di Amerika Serikat yang ingin kembali ke Kuba. Kami ingin mengupayakan hal tersebut,”
ucap Trump.
Banyak orang yang tinggal di negara kami diperlakukan dengan sangat buruk oleh Kuba, mereka semua memilih saya dan kami ingin mereka diperlakukan dengan baik,”
tambahnya.
Ia menegaskan perhatian khusus terhadap komunitas Kuba-Amerika yang selama ini menjadi bagian penting dari basis pendukung politiknya.
Sebelumnya, pada Kamis 29 Januari 2026, Trump menandatangani perintah eksekutif yang membuka peluang bagi Amerika Serikat untuk mengenakan tarif impor terhadap negara-negara yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.
Tak hanya itu, Trump juga mendeklarasikan keadaan darurat nasional dengan dalih adanya ancaman terhadap keamanan nasional Amerika Serikat yang disebut-sebut berasal dari Havana.
Krisis Listrik dan Kelangkaan Kebutuhan Pokok
Saat ini, Kuba menghadapi krisis serius yang ditandai dengan pemadaman listrik hingga lebih dari 12 jam. Selain itu, masyarakat juga kesulitan mendapatkan pangan, obat-obatan, serta bahan bakar.
Pemerintah Kuba menilai kondisi tersebut sebagai dampak langsung dari sanksi ekonomi Amerika Serikat yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade.
Kebijakan embargo tersebut pun terus menuai kritik dan kecaman dari komunitas internasional.
Di tengah tekanan ekonomi dan diplomatik, pernyataan Trump membuka kemungkinan baru bagi relasi AS–Kuba yang selama ini penuh ketegangan.



