Kami ingin Amazon menjadi perusahaan yang lebih kuat dan lebih efisien, dengan mengalokasikan sumber daya ke area yang paling menjanjikan. AI generatif adalah taruhan terbesar kami,” tulis
Galetti.
Ia juga menegaskan bahwa AI generatif merupakan teknologi paling revolusioner setelah internet, yang akan mengubah cara Amazon beroperasi dan berinovasi tidak hanya di pasar yang sudah ada, tetapi juga menciptakan peluang baru di masa depan.
AI Mengubah Cara Kerja Amazon
Sebelumnya, dalam memo bulan Juni, CEO Amazon Andy Jassy juga menyinggung dampak besar AI terhadap struktur tenaga kerja. Ia menyebut bahwa penerapan alat berbasis AI generatif akan mengubah cara kerja internal perusahaan secara drastis.
Ketika kami mulai menerapkan lebih banyak teknologi AI generatif dan agen cerdas, banyak pekerjaan akan otomatis terselesaikan. Kami akan membutuhkan lebih sedikit orang di beberapa bidang, tapi lebih banyak di bidang baru yang tumbuh karena AI,” ujar Jassy.
Dengan perubahan ini, Amazon berharap dapat menghilangkan birokrasi, mempercepat pengambilan keputusan, dan mengarahkan investasi ke teknologi masa depan.
Dampak PHK
Meski menjadi langkah yang sulit, manajemen Amazon menegaskan bahwa pemangkasan ini bukan hanya bentuk penghematan, tetapi juga upaya untuk menyesuaikan diri dengan tren digital global.
Perusahaan berencana memperluas investasi di bidang AI, komputasi awan (cloud computing), dan otomatisasi yang diharapkan menjadi pendorong pertumbuhan utama di dekade mendatang.
Gelombang PHK ini juga menegaskan bagaimana perusahaan teknologi besar di dunia kini tengah berlomba-lomba mengalihkan fokus ke AI, mengikuti langkah serupa dari Google, Meta, dan Microsoft.