Ibu kota Iran, Teheran, kini menghadapi ancaman serius pasokan air minum utama diperkirakan akan habis dalam waktu dua minggu kedepan akibat kekeringan ekstrim yang melanda negara tersebut.
Direktur Perusahaan Air Teheran, Behzad Parsa, menyampaikan bahwa Bendungan Amir Kabir, salah satu dari lima bendungan utama penyedia air minum bagi Teheran, kini hanya menyimpan sekitar 14 juta meter kubik air, atau kurang dari 10 persen kapasitas totalnya.
Bendungan Amir Kabir saat ini hanya menyimpan delapan persen dari kapasitas totalnya, dan dengan jumlah ini, air hanya cukup untuk sekitar dua minggu kedepan,”
Parsa, dikutip dari kantor berita IRNA pada Minggu (2/11).
Kekeringan Terburuk Dalam Satu Abad
Menurut laporan Al Jazeera, Iran kini mengalami musim kering terparah dalam beberapa dekade terakhir. Seorang pejabat lokal bahkan menyebutkan bahwa curah hujan di Provinsi Teheran belum pernah serendah ini selama hampir 100 tahun terakhir.






