Perawatan anak tanpa biaya bagi keluarga berpenghasilan rendah, dan Kebijakan kontrol harga sewa agar warga New York bisa hidup lebih layak.
Selain fokus pada ekonomi rakyat, Mamdani juga menegaskan komitmennya untuk melindungi komunitas Yahudi dari antisemitisme, serta menjamin hak-hak warga yang tidak memilih dirinya.
Kota ini akan melindungi semua orang baik yang mendukung saya maupun yang tidak,”
Mamdani.
Sindiran Pedas untuk Donald Trump
Tak berhenti di situ, Mamdani juga sempat menyinggung Presiden Donald Trump, yang selama ini dikenal kerap melontarkan kritik tajam terhadap dirinya.
Dengan percaya diri, Mamdani mengatakan bahwa kota yang membesarkannya akan menjadi kekuatan untuk menandingi kebijakan Trump.
Kota yang membesarkan saya akan mengalahkan Trump,”
Mamdani disambut sorak pendukungnya.
Dalam hasil hitung cepat, Mamdani berhasil mengungguli dua rivalnya Andrew Cuomo, mantan Gubernur New York dari jalur independen, serta Curtis Sliwa dari Partai Republik.
Kemenangan ini menandai babak baru politik New York, dengan Mamdani berpotensi menjadi wali kota Muslim pertama dalam sejarah kota terbesar di Amerika Serikat tersebut.
Kemenangan Mamdani terjadi di tengah meningkatnya kritik terhadap pemerintahan Trump, yang dituding tidak pro-rakyat.
Bahkan, pada pertengahan Oktober lalu, ribuan warga Amerika turun ke jalan untuk menentang gaya kepemimpinan Trump yang dinilai semakin otoriter.
Mereka menuntut penerapan demokrasi yang lebih transparan dan inklusif.