Lebih dari 60 kematian sejak 16 November tercatat di provinsi pegunungan Dak Lak, tempat puluhan ribu rumah terendam banjir,”
kata Kementerian Lingkungan Hidup dalam sebuah pernyataannya.
Minggu lalu, tim penyelamat yang menggunakan perahu di provinsi Gia Lai dan Dak Lak bagian tengah membuka paksa jendela dan memecahkan atap untuk membantu penduduk yang terdampar akibat banjir. Tentara, polisi, dan pasukan keamanan lainnya dimobilisasi untuk merelokasi dan mengevakuasi warga ke daerah aman.
Menurut surat kabar Thanh Nien, salah satu rumah sakit di kota pesisir Quy Nhon di provinsi Binh Dinh terisolasi akibat banjir dan tanah longsong. Hal itu menyebabkan tenaga medis dan pasien bertahan hidup dengan mi instan dan air selama tiga hari. Akhirnya tim penyelamat membawa makanan dan air ke rumah sakit.
Ketinggian air di Sungai Ba di provinsi Dak Lak cukup tinggi, melebihi rekor tahun 1993 di dua tempat pada Kamis pagi, sementara Sungai Cai di provinsi Khanh Hoa juga melonjak ke titik tertinggi baru, kata biro cuaca.
Dampak dari banjir dan tanah longsor itu, lebih dari 235.000 rumah terendam banjir dan hampir 80.000 hektar tanaman rusak, kata badan bencana Vietnam sebelumnya. Pemerintah memperkirakan banjir sejauh ini telah merugikan perekonomian sekitar 8,98 triliun dong ($341 juta).
Seperti diketahui negara Asia Tenggara ini rentan terhadap hujan lebat antara bulan Juni dan September. Cuaca ekstrem makin parah karena adanya pola perubahan iklim akibat manusia.