Foreign Policy Community of Indonesia (FPCI) menegaskan bahwa Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) wajib memberikan mandat yang jelas terkait tugas dan batas wewenang pasukan perdamaian yang akan ditempatkan di Jalur Gaza.
Dalam sesi taklimat media menjelang Conference on Indonesian Foreign Policy (CIFP) 2025 di Jakarta, Selasa, Pendiri FPCI Dino Patti Djalal menyampaikan bahwa ketegasan mandat sangat penting untuk mencegah pasukan asing terseret ke konflik lokal sesuatu yang pernah terjadi dalam berbagai misi internasional sebelumnya.
PBB harus menetapkan dengan rinci apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan. Aturan keterlibatan harus jelas agar pasukan tidak ikut larut dalam dinamika konflik,”
Dino.
Indonesia Perlu Jaminan Keamanan
Menurut Dino, alasan banyak negara Arab enggan mengirim pasukan ke Gaza adalah karena kondisi keamanan di wilayah tersebut sangat berbahaya. Karena itu, Indonesia perlu memastikan adanya jaminan keamanan sebelum mengirim pasukan penjaga perdamaian.






