Pemerintah Ukraina memberikan penegasan tegas terkait proses pembahasan rencana perdamaian dengan Amerika Serikat, negara mitra, serta Rusia. Menurut laporan Interfax-Ukraina, Kyiv memastikan bahwa perubahan konstitusi bukan opsi dalam kondisi apa pun.
Oleksandr Bevz, Penasihat Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina sekaligus anggota tim negosiasi, menyebut bahwa hal tersebut merupakan “garis merah” yang tidak bisa disentuh.
Kami sudah dengan jelas menyampaikan bahwa Ukraina tidak akan menerima bentuk pengakuan apa pun, dan tidak akan melakukan perubahan apa pun pada konstitusi. Itu garis merah kami,”
tegas Bevz.
Persoalan Wilayah Dibahas di Level Pimpinan Negara
Dalam keterangannya, Bevz menegaskan bahwa isu teritorial adalah salah satu pokok utama dalam negosiasi hanya dapat dibahas berdasarkan dua prinsip yaitu Garis kontak saat ini menjadi dasar pembicaraan dan segala keputusan harus diambil di tingkat kepala negara.






