Gempa berkekuatan 7,5 Magnitudo melanda prefektur Aomori, Jepang, pada Senin malam, 8 Desember 2025. Insiden ini menimbulkan sedikitnya 30 korban luka-luka dan memaksa ribuan orang mengungsi dari rumah mereka.
Gempa terjadi pada pukul 23:15 waktu setempat, pada kedalaman 50 km (31 mil), sekitar 80 km di lepas pantai wilayah Aomori, kata Badan Meteorologi Jepang.
Beberapa layanan kereta api juga telah ditangguhkan dan pasokan listrik padam di ribuan rumah.
Pihak berwenang memperingatkan bahwa gempa susulan yang lebih kuat dapat terjadi dalam beberapa hari mendatang, dan mendesak masyarakat untuk tetap waspada selama setidaknya satu minggu, menurut laporan media setempat.
Selain itu, Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tokyo mengimbau seluruh Warga Negara Indonesia (WNI) yang berada di Jepang untuk tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.
Dalam pernyataan yang diunggah melalui akun Instagram resmi pada Selasa, 9 Desember 2025, KBRI Tokyo menyebut gempa bumi merupakan fenomena alam yang kerap terjadi di Jepang sehingga WNI diminta tetap tenang dan waspada.
Seluruh WNI di Jepang agar terus memantau situasi dari berbagai kanal berita utama nasional, mengikuti seluruh instruksi yang disampaikan oleh otoritas resmi Jepang, termasuk, mempelajari rute evakuasi, mempersiapkan tas darurat, menyiapkan dokumen penting dan uang tunai secukupnya,”
tulis KBRI Tokyo.
Hingga Selasa pagi pukul 08.30 waktu setempat, KBRI menyatakan belum menerima laporan adanya WNI yang terdampak gempa tersebut.
WNI yang menghadapi situasi dan kondisi darurat dapat menghubungi Hotline KBRI Tokyo di +81-80-3506-8612 dan +81-80-4940-7419 atau KJRI Osaka di +81-80-3113-1003.
Gugus Tugas pada Crisis Management Center kantor perdana menteri Jepang telah diaktifkan, sementara Cabinet Office dan Japan Meteorological Agency (JMA) mengeluarkan peringatan kewaspadaan terkait potensi gempa susulan.

