Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 14 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Filipina Bantah Jadi Markas Latihan Teroris Usai Tragedi Bondi
Internasional

Filipina Bantah Jadi Markas Latihan Teroris Usai Tragedi Bondi

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Desember 18, 2025 10:44 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Penembakan masal terjadi di area wisata Pantai Bondi, Sydney Australia
Penembakan masal terjadi di area wisata Pantai Bondi, Sydney Australia (Foto: Instagram Bondi Beach)
SHARE

Pemerintah Filipina secara resmi menepis isu yang menyebut negaranya dijadikan lokasi pelatihan teroris, menyusul terungkapnya fakta bahwa pelaku penembakan massal di Pantai Bondi, Australia, sempat berada di wilayah Filipina.

Daftar isi Konten
  • Pelaku Sempat Masuk Filipina
  • Tidak Ada Aktivitas Pelatihan Teror

Penegasan tersebut disampaikan sehari setelah otoritas Australia mengungkap bahwa pelaku menghabiskan waktu di kawasan selatan Filipina pada November lalu.

Dalam konferensi pers Rabu 17 Desember 2025, juru bicara kepresidenan Filipina Claire Castro menyatakan Presiden Ferdinand Marcos Jr. dengan tegas menolak generalisasi yang menggambarkan Filipina sebagai pusat pelatihan kelompok teroris ISIS.

Presiden menolak keras narasi yang mengeneralisasi dan mencap Filipina sebagai markas pelatihan ISIS. Hingga kini tidak ada bukti yang mendukung klaim tersebut,”

Castro sambil membacakan pernyataan Dewan Keamanan Nasional, seperti dilansir dari AFP.

Ia menambahkan, tidak ditemukan laporan valid yang menunjukkan pelaku penembakan Pantai Bondi menerima bentuk pelatihan teroris apa pun selama berada di Filipina.

Pelaku Sempat Masuk Filipina

Sebelumnya, kantor imigrasi Filipina mengonfirmasi bahwa Sajid Akram dan putranya Naveed Akram, yang terlibat dalam aksi penembakan menewaskan 15 orang, masuk ke Filipina pada 1 November.

Keduanya tercatat menuju Davao, sebuah provinsi di Pulau Mindanao, wilayah yang memang memiliki sejarah panjang konflik bersenjata dan pemberontakan Islamis.

Otoritas Australia kini tengah mendalami kemungkinan bahwa ayah dan anak tersebut sempat menjalin kontak dengan jaringan ekstremis selama berada di Filipina.

Namun, militer Filipina menegaskan bahwa kekuatan kelompok bersenjata Islam di Mindanao telah melemah secara signifikan sejak pengepungan Marawi beberapa tahun lalu.

Pertempuran selama lima bulan itu melibatkan militer Filipina melawan kelompok Maute dan Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan ISIS, menewaskan lebih dari 1.000 orang dan menyebabkan eksodus besar-besaran warga sipil.

Tidak Ada Aktivitas Pelatihan Teror

Juru bicara militer Filipina, Kolonel Francel Padilla, menyatakan bahwa sejak awal 2024 tidak ada aktivitas teror besar maupun pelatihan militan yang terdeteksi.

Kelompok-kelompok tersebut sudah terpecah dan kehilangan struktur kepemimpinan. Kami tidak mencatat adanya operasi atau pelatihan teroris skala besar,”

Padilla.

Senada dengan itu, Kolonel Xerxes Trinidad menilai durasi kunjungan pelaku yang hanya sekitar satu bulan tidak cukup untuk menjalani pelatihan militer yang signifikan.

Pelatihan senjata atau taktik tempur tidak mungkin diperoleh hanya dalam waktu 30 hari,”

Padilla.

Meski demikian, analis keamanan berbasis di Manila Rommel Banlaoi mengingatkan bahwa ancaman ekstremisme di Mindanao belum sepenuhnya sirna.

Menurutnya, meski banyak kelompok dalam kondisi terdesak, masih terdapat kamp-kamp pelatihan kecil yang aktif, terutama di wilayah Mindanao bagian tengah.

Kelompok-kelompok ini memang melemah, tetapi belum sepenuhnya lenyap. Mereka tetap menjaga jaringan lokal dan global, terutama melalui komunikasi daring,”

Banlaoi.


Tag:Claire CastroFilipinaPenembakan MassalTerorisTragedi Bondi
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.
Trending di OWRITE
Update Kasus Ijazah Palsu: Polisi Segera Rilis Keputusan Kelengkapan Perkara Roy Suryo cs
By Rahmat
Roy Suryo Notodiprojo memberikan keterangan kepada wartawan usai sidang uji materi pasal dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE),di Gedung Mahkamah Konstitusi, Jakarta, Senin (23/2/2026).
1
Viral Pembubaran Nobar Film “Pesta Babi”, DPR Bakal Panggil Pihak Terkait
By Hadi Febriansyah
Ketua DPR Puan Maharani menyampaikan pidato pada Rapat Paripurna ke-18 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta
2
Harga Emas Antam Melemah pada Rabu, 13 Mei 2026, Buyback Ikut Anjlok
By Syifa Fauziah
Pramuniaga menunjukkan emas Atntambatangan
3
Ramai Soal Larangan Fotokopi e-KTP, Begini Penjelasan Dukcapil
By Ani Ratnasari
Fotokopi e-KTP
4
Prabowo Klaim Juni 2026 Negara Akan Terima Setoran Rp49 Triliun, Uang Apa?
By Rahmat
Presiden Prabowo Subianto
5

BERITA LAINNYA

Trump Tiba di Bandara Beijing dan Disambut Secara Meriah oleh Pejabat Tinggi China
Internasional

Tiba di Beijing, Donald Trump Siap Bertemu Xi Jinping

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendarat di Beijing dengan pesawat Air…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
5 jam lalu
Presiden AS, Donald Trump. (Sumber: whitehouse.gov)
Internasional

Jelang Pertemuan Trump dan Xi, Isu Perang Iran Bakal Dibahas

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengangkat isu…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
10 jam lalu
Mojtaba Hosseini Khamenei resmi terpilih jadi pemimpin tertinggi Iran mengganti peran sang ayah Ayatollah Ali Khamenei. (Sumber: Iran International)
Internasional

Pemerintah Iran Pecah dari Dalam, Pemimpin Bakal Larikan Diri ke Rusia

Runtuhnya negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran telah meningkatkan kekhawatiran bahwa…

iren natania longdongSyifa Fauziah
By
Iren Natania
Syifa Fauziah
11 jam lalu
Presiden Amerika Serikat, Donald Trump
Internasional

DPR dan Senat AS Pusing Trump Bakar Rp508 Triliun Buat Perang Lawan Iran, Hasilnya?

Anggota Partai Republik maupun Partai Demokrat yang berada di DPR dan Senat,…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
18 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up