Di Stasiun Utama Taipei, pelaku melemparkan sekitar lima hingga enam bom ke area publik sebelum melanjutkan aksinya dengan menyerang korban menggunakan senjata tajam.
Korban Jiwa dan Luka Berat
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Taipei mengkonfirmasi total korban meninggal mencapai empat orang. Selain itu, beberapa korban mengalami luka tusuk serta trauma akibat benturan benda keras.
Tiga korban bahkan dilaporkan sempat mengalami henti jantung sebelum mendapatkan penanganan medis darurat.
Wali Kota Taipei, Chiang Wan-an, menyampaikan bahwa pelaku diduga mengakhiri hidupnya dengan melompat dari gedung saat hendak ditangkap aparat.
Salah satu korban tewas diketahui merupakan warga sipil yang mencoba menghentikan aksi pelaku di dalam stasiun.
Kami sangat berduka. Korban berupaya menghentikan pelaku, namun justru menjadi sasaran dan meninggal dunia,”
Chiang kepada awak media.
Keamanan Diperketat di Seluruh Wilayah Taiwan
Pasca-insiden, pemerintah Taiwan langsung meningkatkan pengamanan di berbagai titik vital, termasuk stasiun kereta api, MRT, jalan utama, hingga bandara di seluruh wilayah pulau.
Presiden Taiwan, Lai Ching-te, menegaskan bahwa aparat keamanan akan mengusut tuntas motif dan jaringan di balik serangan ini, serta memastikan keselamatan masyarakat tetap menjadi prioritas utama.
Meski kasus kekerasan seperti ini relatif jarang terjadi di Taiwan, serangan tersebut mengingatkan publik pada tragedi penusukan di MRT Taipei pada 2014 yang juga menewaskan empat orang dan mengguncang rasa aman masyarakat.
Insiden terbaru ini kembali menimbulkan kekhawatiran publik terhadap keamanan transportasi umum di Taiwan.