Amerika Serikat secara resmi mengakhiri keanggotaannya di Organisasi Kesehatan Dunia (World Health Organization/WHO).
Keputusan tersebut membuat badan kesehatan di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa itu kehilangan salah satu negara penyumbang dana terbesar selama puluhan tahun.
Penarikan diri ini merupakan tindak lanjut dari perintah eksekutif yang diteken Presiden AS Donald Trump setahun lalu.
Saat itu, Trump menuding WHO bersikap tidak netral dan terlalu “berpihak pada China” dalam penanganan pandemi Covid-19.
Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) menyebut keputusan keluar dari WHO diambil karena sejumlah alasan.
Di antaranya adalah dugaan “penanganan yang buruk” terhadap pandemi Covid-19, kegagalan organisasi tersebut melakukan reformasi internal, serta kuatnya pengaruh politik dari negara-negara anggota.
Pemerintah AS juga menyatakan seluruh bentuk pendanaan federal untuk WHO telah dihentikan. Tak hanya itu, seluruh personel dan kontraktor AS yang sebelumnya ditempatkan di kantor pusat WHO di Jenewa, Swiss, serta di berbagai kantor WHO di dunia, ditarik kembali.
WHO telah mencoreng dan merusak segala sesuatu yang telah Amerika lakukan untuknya,”
demikian bunyi pernyataan bersama Menteri Kesehatan AS Robert F Kennedy dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio seperti dilansir dari BBC News.
Keduanya menambahkan bahwa organisasi tersebut telah meninggalkan misi intinya dan berulang kali bertindak bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat.
Iuran Ratusan Juta Dolar Terhenti
Secara historis, Amerika Serikat merupakan salah satu donor utama WHO. Berdasarkan data HHS yang dikutip ABC News, AS rata-rata menyetor iuran keanggotaan sekitar US$111 juta per tahun. Selain itu, Washington juga memberikan kontribusi sukarela mencapai US$570 juta setiap tahunnya.
Namun, AS belum membayar iuran untuk tahun 2024 dan 2025. Kondisi tersebut memicu krisis keuangan serius di tubuh WHO, termasuk pemutusan hubungan kerja besar-besaran.
Meski pengacara WHO menyatakan AS masih berkewajiban melunasi tunggakan sekitar US$260 juta, pemerintah AS menyebut tidak melihat alasan untuk melakukan pembayaran tersebut.
WHO Bantah Tuduhan, Ungkap Kerugian Global
WHO menolak keras tuduhan-tuduhan yang dilontarkan Washington. Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebut keputusan AS hengkang dari organisasi tersebut sebagai kerugian besar, bukan hanya bagi Amerika, tetapi juga bagi dunia.
Organisasi itu menegaskan kontribusinya dalam berbagai upaya global, mulai dari pemberantasan polio, penanganan HIV/AIDS, penurunan angka kematian ibu, hingga pengendalian tembakau secara internasional.
Dalam pernyataan resminya, WHO menyatakan penyesalan mendalam atas keputusan AS.
Sebagai anggota pendiri Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Amerika Serikat telah memberikan kontribusi yang sangat besar terhadap berbagai capaian penting WHO, termasuk pemberantasan cacar (smallpox), serta kemajuan dalam penanganan berbagai ancaman kesehatan masyarakat lainnya seperti polio, HIV, Ebola, influenza, tuberkulosis, malaria, penyakit tropis terabaikan, resistansi antimikroba, keamanan pangan, dan banyak lagi,”
ucap WHO.
Oleh karena itu, WHO menyayangkan pemberitahuan penarikan diri Amerika Serikat dari WHO-sebuah keputusan yang membuat Amerika Serikat dan dunia menjadi kurang aman.”
WHO.
WHO juga membantah klaim bahwa organisasi tersebut tidak menghargai kontribusi AS.
Pernyataan tersebut tidak benar. Sebagaimana terhadap setiap Negara Anggota, WHO selalu berupaya menjalin keterlibatan dengan Amerika Serikat dengan itikad baik dan dengan penuh penghormatan terhadap kedaulatannya.”
ungkapnya.
Perjanjian Pandemi Global Tanpa AS
Pasca pandemi Covid-19, negara-negara anggota WHO menyusun perjanjian pandemi internasional untuk meningkatkan kesiapsiagaan global menghadapi wabah di masa depan, termasuk mekanisme berbagi vaksin dan obat secara adil.
Perjanjian tersebut disepakati pada April tahun lalu oleh seluruh negara anggota WHO, kecuali Amerika Serikat.
Pemerintah AS menyatakan akan mengganti kerja sama multilateral melalui WHO dengan pendekatan bilateral bersama negara-negara lain, khususnya terkait pengawasan penyakit dan pertukaran patogen.
Namun, Washington belum merinci negara mana saja yang telah menjalin kerja sama tersebut.
Dalam isu penanganan polio dan HIV, pejabat AS menyebut akan bermitra dengan “LSM dan kelompok berbasis keagamaan”, meski belum memberikan detail konkret.
Ketika ditanya soal partisipasi AS dalam pertukaran data dan pengembangan vaksin flu global tahunan, pejabat terkait mengaku belum dapat memastikan.
Kritik Aktivis Kesehatan Global
Aktivis kesehatan masyarakat Lucky Tran menilai keputusan AS keluar dari WHO sebagai langkah berisiko tinggi.
Menurutnya, WHO memainkan peran sentral dalam menyatukan negara-negara dunia untuk menekan angka kematian dan penyakit dalam skala global.
Ini memang belum sempurna, tetapi kita hanya bisa memperbaikinya dengan terus berpartisipasi. Mundur adalah tindakan gegabah dan membuat kita semua lebih rentan,”
ujar Tran.
WHO sendiri dikenal aktif mengoordinasikan respons kesehatan lintas negara, termasuk mengirim tenaga medis ke wilayah konflik dan bencana kemanusiaan, serta menangani penyakit menular dan tidak menular seperti Ebola dan tuberkulosis.
WHO menyatakan penarikan diri Amerika Serikat akan menjadi agenda utama dalam rapat dewan organisasi yang dijadwalkan berlangsung pada 2–7 Februari mendatang.
WHO menegaskan bahwa sekretariat akan bertindak sesuai dengan arahan dari badan pengelola organisasi.
(Foto: Wikipedia)
