Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Senin, 23 Mar 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • Spill
  • DPR
  • Banjir
  • BMKG
  • sumatera
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dewan Perdamaian Trump Picu Pro-Kontra Global
Internasional

Dewan Perdamaian Trump Picu Pro-Kontra Global

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 28, 2026 10:02 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dokumentasi White House)
SHARE

Inisiatif Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menarik dukungan internasional.

Daftar isi Konten
  • Dinilai Jauh dari Piagam PBB
  • Inggris Khawatir Putin Ikut Terlibat
  • Tak Sejalan dengan Konstitusi dan PBB
  • Soroti Struktur Dewan Perdamaian
  • Slovenia dan Yunani Khawatir Rusak Tatanan Internasional
  • Ukraina Enggan Satu Meja dengan Rusia
  • Kanada Batal Gabung Usai Kritik Trump

Lebih dari 25 negara dikabarkan menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam forum tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa setidaknya 20 negara telah menyatakan komitmen awal untuk berpartisipasi.

Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 26 Januari 2026. Sehari berselang, seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa jumlah negara yang bergabung telah melampaui 25 negara.

Berdasarkan pengumuman resmi masing-masing pemerintah, tercatat 26 negara yang menyatakan kesediaan menjadi bagian dari Dewan Perdamaian.

Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Argentina, Albania, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Belarus.

Selain itu ada juga Bulgaria, Kamboja, Mesir, Hungaria, Indonesia, Israel, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Maroko, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uzbekistan, dan Vietnam.

Dinilai Jauh dari Piagam PBB

Prancis menjadi salah satu negara besar Eropa yang secara tegas menolak bergabung. Presiden Emmanuel Macron menolak tawaran langsung dari Trump.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menilai struktur Dewan Perdamaian memberi kekuasaan terlalu besar kepada satu figur sentral.

Ini sangat-sangat jauh dari Piagam PBB,”

kata Barrot pada Senin (19/1), seperti dikutip Politico.

Inggris Khawatir Putin Ikut Terlibat

Pemerintah Inggris juga memilih tidak ambil bagian. Menteri Luar Negeri Yvette Cooper menyebut Dewan Perdamaian berkaitan dengan perjanjian hukum yang memicu persoalan lebih luas.

Ia juga menyinggung kekhawatiran akan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kami juga memiliki kekhawatiran tentang Presiden Putin yang menjadi bagian dari sesuatu yang bicara tentang perdamaian, padahal kami masih belum melihat tanda-tanda dari Putin bahwa akan ada komitmen terhadap perdamaian di Ukraina. Jujur saja, itulah yang seharusnya kita bicarakan,”

ucap Cooper, seperti dikutip The Guardian.

Tak Sejalan dengan Konstitusi dan PBB

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Jerman tidak akan bergabung karena Dewan Perdamaian dinilai bertentangan dengan dasar konstitusional negaranya.

Sikap serupa disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Ia menilai Dewan Perdamaian berada di luar kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak melibatkan Palestina secara langsung.

Masa depan Gaza harus ditentukan oleh warga Palestina sendiri,”

kata Sanchez, seperti dikutip Anadolu Agency.

Soroti Struktur Dewan Perdamaian

Italia juga menolak bergabung. Perdana Menteri Giorgia Meloni menilai mekanisme Dewan Perdamaian bertentangan dengan konstitusi Italia.

Kami siap (bergabung), tapi ada masalah objektif dengan cara inisiatif ini disusun,”

kata Meloni.

Sementara Norwegia dan Swedia turut menolak karena khawatir Dewan Perdamaian keluar dari mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Oleh karena itu, Norwegia tidak akan bergabung dengan pengaturan yang diusulkan untuk Dewan Perdamaian, dan karenanya tidak akan menghadiri upacara penandatanganan di Davos,”

kata Menlu Norwegia Kristoffer Thoner.

Dengan isi teks saat ini, Swedia tidak akan menandatanganinya,”

ujar PM Swedia Ulf Kristersson.

Slovenia dan Yunani Khawatir Rusak Tatanan Internasional

Perdana Menteri Slovenia Robert Golob menyuarakan kekhawatiran serupa terkait mandat Dewan Perdamaian yang terlalu luas.

Kekhawatiran utama kami adalah mandat komite ini terlalu luas dan dapat merusak tatanan internasional yang didasarkan pada Piagam PBB,”

kata Golob.

Yunani juga menilai Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan mandat Dewan Keamanan PBB.

Konsensusnya adalah apa yang telah diumumkan Donald Trump jauh melampaui mandat Dewan Keamanan PBB,”

kata PM Yunani Kyriakos Mitsotakis.

Ukraina Enggan Satu Meja dengan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut mengindikasikan keengganannya untuk bergabung. Alasannya, ia tidak ingin berada dalam satu badan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Masih sangat sulit bagi saya membayangkan kami berada dalam dewan yang sama,”

kata Zelensky.

Kanada Batal Gabung Usai Kritik Trump

Kanada sempat menyatakan kesediaan bergabung, namun undangan partisipasinya dibatalkan langsung oleh Trump.

Pembatalan itu terjadi setelah Perdana Menteri Mark Carney mengkritik kebijakan America First dalam pidatonya di World Economic Forum.

Melalui akun Truth Social, Trump mengumumkan pencabutan undangan tanpa penjelasan rinci.

Selain yang mendukung dan menolak, sejumlah negara diketahui telah menerima undangan namun belum memberikan keputusan resmi.

Negara-negara tersebut antara lain China, Kroasia, Siprus, India, Rusia, Singapura, serta Uni Eropa.

Tag:Board of PeaceDonald TrumpDukungan InternasionalPiagam PBB
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Penumpang berjalan untuk menaiki pesawat di Bandara Internasional Juanda Surabaya, Jawa Timur
Nasional

Kemenhub Sebut 10 Juta Pemudik Padati Angkutan Lebaran 2026

Kementerian Perhubungan melalui Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 mencatat pergerakan penumpang angkutan umum secara kumulatif, sejak H-8 (13 Maret 2026) hingga H-1 Lebaran (20 Maret 2026) tercatat mencapai 10.003.583…

By
Iren Natania
Ivan
3 Min Read
Juru Bicara (Jubir) Satgas Operasi Ketupat 2026, Kombes Pol Marupa Sagala.
Nasional

292 Kecelakaan Lalu Lintas Selama Arus Mudik, 8 Orang Meninggal Dunia

Polri mencatat 292 kasus kecelakaan lalu lintas dengan korban meninggal dunia hingga luka ringan selama musim mudik Lebaran 2026. Data tersebut berdasarkan pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 per Minggu, 22 Maret…

By
Rahmat
Amin Suciady
2 Min Read
Tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji dan penyelenggaraan ibadah haji Yaqut Cholil Qoumas memasuki mobil tahanan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK
Hukum

Tahanan Rumah Yaqut Cuma Bebani Uang Negara dan Lukai Semangat Antikorupsi

Direktur Lingkar Madani Indonesia (LIMA), Ray Rangkuti, menilai pengalihan status penahanan eks Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas (YCQ), sekaligus tersangka kasus dugaan korupsi kuota haji tambahan, yang sebelumnya mejadi…

By
Amin Suciady
Rahmat
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Ilustrasi Maspakai Penerbangan Dunia. (Sumber: Unsplash/ Rocker Sta)
Internasional

Perang AS–Israel Vs Iran Hantam Industri Penerbangan Global, Maskapai Rugi Rp898 Triliun

Para maskapai penerbangan terbesar di dunia telah kehilangan sekitar US$53 miliar atau…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
15 jam lalu
Salat Idul Fitri di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur
Internasional

Israel Larang Umat Muslim Palestina Salat Ied di Masjid Al-Aqsa

Otoritas Israel melarang salat Idulfitri di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur yang…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
2 hari lalu
Foto by: Middle East Monitor
Internasional

AS Minta Warganya Tinggalkan Arab Saudi Saat Konflik Regional Memanas

Kedutaan Besar AS di Arab Saudi, pada hari Kamis, 19 Maret 2026,…

iren natania longdongAmin Suciady
By
Iren Natania
Amin Suciady
3 hari lalu
Gedung Kedutaan Iran di Qatar
Internasional

Qatar Usir Atase Militer Kedutaan Iran

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Qatar menyampaikan nota resmi kepada Kedutaan Besar Republik…

iren natania longdongIvan OWRITE
By
Iren Natania
Ivan
3 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up