Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Kamis, 7 Mei 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • iran
  • BMKG
  • Sepak Bola
  • prabowo
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Dewan Perdamaian Trump Picu Pro-Kontra Global
Internasional

Dewan Perdamaian Trump Picu Pro-Kontra Global

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
Last updated: Januari 28, 2026 10:02 am
Hadi Febriansyah
Ivan
Share
Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump (Foto: Dokumentasi White House)
SHARE

Inisiatif Dewan Perdamaian atau Board of Peace yang digagas Presiden Amerika Serikat Donald Trump mulai menarik dukungan internasional.

Daftar isi Konten
  • Dinilai Jauh dari Piagam PBB
  • Inggris Khawatir Putin Ikut Terlibat
  • Tak Sejalan dengan Konstitusi dan PBB
  • Soroti Struktur Dewan Perdamaian
  • Slovenia dan Yunani Khawatir Rusak Tatanan Internasional
  • Ukraina Enggan Satu Meja dengan Rusia
  • Kanada Batal Gabung Usai Kritik Trump

Lebih dari 25 negara dikabarkan menyatakan kesediaan untuk bergabung dalam forum tersebut.

Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt menyampaikan bahwa setidaknya 20 negara telah menyatakan komitmen awal untuk berpartisipasi.

Pernyataan itu disampaikan pada Senin, 26 Januari 2026. Sehari berselang, seorang pejabat Amerika Serikat mengonfirmasi bahwa jumlah negara yang bergabung telah melampaui 25 negara.

Berdasarkan pengumuman resmi masing-masing pemerintah, tercatat 26 negara yang menyatakan kesediaan menjadi bagian dari Dewan Perdamaian.

Negara-negara tersebut adalah Amerika Serikat, Argentina, Albania, Armenia, Azerbaijan, Bahrain, Belarus.

Selain itu ada juga Bulgaria, Kamboja, Mesir, Hungaria, Indonesia, Israel, Yordania, Kazakhstan, Kosovo, Maroko, Mongolia, Pakistan, Paraguay, Qatar, Arab Saudi, Turki, Uni Emirat Arab (UEA), Uzbekistan, dan Vietnam.

Dinilai Jauh dari Piagam PBB

Prancis menjadi salah satu negara besar Eropa yang secara tegas menolak bergabung. Presiden Emmanuel Macron menolak tawaran langsung dari Trump.

Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot menilai struktur Dewan Perdamaian memberi kekuasaan terlalu besar kepada satu figur sentral.

Ini sangat-sangat jauh dari Piagam PBB,”

kata Barrot pada Senin (19/1), seperti dikutip Politico.

Inggris Khawatir Putin Ikut Terlibat

Pemerintah Inggris juga memilih tidak ambil bagian. Menteri Luar Negeri Yvette Cooper menyebut Dewan Perdamaian berkaitan dengan perjanjian hukum yang memicu persoalan lebih luas.

Ia juga menyinggung kekhawatiran akan keterlibatan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Kami juga memiliki kekhawatiran tentang Presiden Putin yang menjadi bagian dari sesuatu yang bicara tentang perdamaian, padahal kami masih belum melihat tanda-tanda dari Putin bahwa akan ada komitmen terhadap perdamaian di Ukraina. Jujur saja, itulah yang seharusnya kita bicarakan,”

ucap Cooper, seperti dikutip The Guardian.

Tak Sejalan dengan Konstitusi dan PBB

Kanselir Jerman Friedrich Merz menegaskan Jerman tidak akan bergabung karena Dewan Perdamaian dinilai bertentangan dengan dasar konstitusional negaranya.

Sikap serupa disampaikan Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez. Ia menilai Dewan Perdamaian berada di luar kerangka Perserikatan Bangsa-Bangsa dan tidak melibatkan Palestina secara langsung.

Masa depan Gaza harus ditentukan oleh warga Palestina sendiri,”

kata Sanchez, seperti dikutip Anadolu Agency.

Soroti Struktur Dewan Perdamaian

Italia juga menolak bergabung. Perdana Menteri Giorgia Meloni menilai mekanisme Dewan Perdamaian bertentangan dengan konstitusi Italia.

Kami siap (bergabung), tapi ada masalah objektif dengan cara inisiatif ini disusun,”

kata Meloni.

Sementara Norwegia dan Swedia turut menolak karena khawatir Dewan Perdamaian keluar dari mandat Resolusi Dewan Keamanan PBB.

Oleh karena itu, Norwegia tidak akan bergabung dengan pengaturan yang diusulkan untuk Dewan Perdamaian, dan karenanya tidak akan menghadiri upacara penandatanganan di Davos,”

kata Menlu Norwegia Kristoffer Thoner.

Dengan isi teks saat ini, Swedia tidak akan menandatanganinya,”

ujar PM Swedia Ulf Kristersson.

Slovenia dan Yunani Khawatir Rusak Tatanan Internasional

Perdana Menteri Slovenia Robert Golob menyuarakan kekhawatiran serupa terkait mandat Dewan Perdamaian yang terlalu luas.

Kekhawatiran utama kami adalah mandat komite ini terlalu luas dan dapat merusak tatanan internasional yang didasarkan pada Piagam PBB,”

kata Golob.

Yunani juga menilai Dewan Perdamaian tidak sejalan dengan mandat Dewan Keamanan PBB.

Konsensusnya adalah apa yang telah diumumkan Donald Trump jauh melampaui mandat Dewan Keamanan PBB,”

kata PM Yunani Kyriakos Mitsotakis.

Ukraina Enggan Satu Meja dengan Rusia

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky turut mengindikasikan keengganannya untuk bergabung. Alasannya, ia tidak ingin berada dalam satu badan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.

Masih sangat sulit bagi saya membayangkan kami berada dalam dewan yang sama,”

kata Zelensky.

Kanada Batal Gabung Usai Kritik Trump

Kanada sempat menyatakan kesediaan bergabung, namun undangan partisipasinya dibatalkan langsung oleh Trump.

Pembatalan itu terjadi setelah Perdana Menteri Mark Carney mengkritik kebijakan America First dalam pidatonya di World Economic Forum.

Melalui akun Truth Social, Trump mengumumkan pencabutan undangan tanpa penjelasan rinci.

Selain yang mendukung dan menolak, sejumlah negara diketahui telah menerima undangan namun belum memberikan keputusan resmi.

Negara-negara tersebut antara lain China, Kroasia, Siprus, India, Rusia, Singapura, serta Uni Eropa.

Tag:Board of PeaceDonald TrumpDukungan InternasionalPiagam PBB
Share This Article
Email Salin Tautan Print
hadi-febriansyah-owrite
ByHadi Febriansyah
Reporter
Follow:
Jurnalis OWRITE yang meliput pemberitaan seputar dunia Olahraga mulai dari Sepak Bola, hingga Bulu Tangkis.
Ivan OWRITE
ByIvan
Redaktur
Follow:
Editor senior di OWRITE Media, meliput pemberitaan Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Gedung Sate
Hype

5 Rekomendasi Kuliner Bandung yang Bikin Kamu Balik Lagi

Rekomendasi kuliner Bandung selalu dicari banyak orang yang ingin liburan ke kota dengan julukan Kota Kembang itu. Pasalnya, Bandung merupakan salah satu destinasi favorit warga ibu kota yang ingin menikmati…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Syifa Fauziah
5 Min Read
Tori Tamago Sando
Hype

Resep Tori Tamago Sando, Jajan Hits di Minimarket Jepang

Tori tamago sando salah satu jajanan yang cukup populer di minimarket Jepang. Makanan ini digemari karena rasanya enak, gurih, dan pastinya praktis. Tori tamago sando juga disebut sebagai sandwich kekinian…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Ilustrasi Perpanjang Masa Aktif Telkomsel
Hype

4 Cara Perpanjang Masa Aktif Telkomsel dengan Mudah dan Cepat

Cara perpanjang masa aktif Telkomsel harus segera dilakukan agar nomor kamu tidak hangus. Kini, cara perpanjang masa aktif Telkomsel semakin mudah karena bisa dilakukan melalui berbagai metode. Mulai dari isi…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Serangan Rudal dan Dron
Internasional

Iran Bantah Terlibat dalam Serangan Rudal dan Dron ke UEA

Kementrian Pertahanan Uni Emirat Arab (UEA) melaporkan terjadi serangan rudal dan dron…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
11 jam lalu
Petugas tiba di lokasi kejadian penembakan di K Towne Plaza di Carrollton, Texas, 5 Mei. AP-Yonhap
Internasional

Penembakan Beruntun di Koreatown Texas, 2 Tewas dan 3 Terluka

Dua orang tewas dan tiga lainnya terluka dalam aksi penembakan beruntun yang…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
15 jam lalu
Presiden Amerika Serikat Donald Trump
Internasional

Operasi “Epic Fury” Berakhir, AS Tangguhkan Misi Pengawalan Kapal di Selat Hormuz

Pemerintah Amerika Serikat (AS) resmi mengakhiri operasi militernya terhadap Iran. Tidak hanya…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
15 jam lalu
Gedung Kedutaan Iran di Qatar
Internasional

Konflik Iran-AS: Teheran Tinjau Proposal Damai, Siapkan Jawaban Lewat Pakistan

Pemerintah Iran telah menerima tanggapan Amerika Serikat terhadap proposal 14 poin demi…

iren natania longdongowrite-adi-briantika
By
Iren Natania
Adi Briantika
2 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up