Presiden Rusia Vladimir Putin melakukan panggilan video dengan Presiden China Xi Jinping pada Rabu, 4 Februari 2026. Komunikasi tingkat tinggi ini berlangsung di tengah kondisi geopolitik global yang tidak stabil, serta menjelang empat tahun sejak Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.
Percakapan kedua kepala negara tersebut disiarkan melalui televisi nasional Rusia dan menjadi sorotan internasional.
Dalam pernyataannya, Putin menegaskan bahwa hubungan Rusia dan China selama ini berperan penting sebagai faktor penstabil di tengah dinamika global yang terus bergejolak.
Ia menilai kemitraan strategis kedua negara, terutama di sektor energi, telah berkembang menjadi kerja sama yang saling menguntungkan dan memiliki nilai strategis jangka panjang.
Xi Jinping Dorong Penguatan Kerja Sama Bilateral
Sementara itu, Presiden China Xi Jinping mendorong agar hubungan Beijing–Moskow terus ditingkatkan melalui perencanaan jangka panjang yang lebih ambisius. Xi menyebut hubungan bilateral kedua negara berada di jalur yang benar dan terus menunjukkan kemajuan.
Kedua belah pihak harus memanfaatkan kesempatan bersejarah ini, mempertahankan pertukaran tingkat tinggi, serta memperkuat kerja sama praktis di berbagai bidang,”
kata Xi Jinping, seperti dikutip dari Reuters, Kamis, 5 Februari 2026.
Asisten pemerintah Rusia, Yuri Ushakov, mengungkapkan bahwa pembicaraan antara Putin dan Xi berlangsung selama sekitar 1 jam 25 menit. Dalam diskusi tersebut, kedua pemimpin membahas sejumlah isu strategis global, termasuk meningkatnya ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS).
Xi Undang Putin ke China
Dalam kesempatan itu, Xi Jinping juga secara langsung mengundang Vladimir Putin untuk melakukan kunjungan ke China. Undangan tersebut dilaporkan telah disambut positif oleh Presiden Rusia.
China dan Rusia sebelumnya mendeklarasikan kemitraan strategis “tanpa batas” hanya beberapa hari sebelum invasi Rusia ke Ukraina pada Februari 2022. Sejak saat itu, hubungan kedua negara semakin menguat, terutama melalui peningkatan kerja sama perdagangan dan diplomasi.
Pertemuan tatap muka terakhir Xi dan Putin berlangsung di Beijing pada September 2025, bertepatan dengan parade militer besar China. Saat itu, Xi menyatakan bahwa hubungan China–Rusia telah berhasil “bertahan melewati gejolak internasional”.
