Israel menyerang dua sekolah di Iran yang mengakibatkan lebih dari 80 orang tewas. Media pemerintah mengatakan, serangan Israel terhadap sekolah putri di kota Minab di selatan negara itu menewaskan puluhan orang.
Dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 1 Maret 2026, serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, sebuah kota di provinsi Hormozgan di Iran selatan yang menewaskan sedikitnya 85 orang. Serangan ini tentunya semakin menunjukkan dampak langsung terhadap warga sipil akibat pemboman besar-besaran Israel dan Amerika Serikat terhadap Iran.
Menurut kantor berita IRNA milik Pemerintah Iran, para pekerja terus membersihkan puing-puing dari lokasi kejadian, di mana 63 orang lainnya terluka pada hari Sabtu, 28 Februari 2026. Serangan itu merupakan bagian dari gelombang serangan militer gabungan AS-Israel di seluruh Iran yang telah memicu pecahnya kekerasan regional .
Sekolah Ditutup
Di tengah situasi keamanan yang buruk, pemerintah Iran memutuskan sekolah-sekolah di berbagai wilayah Iran ditutup sementara. Kementerian Pendidikan Iran menyebut institusi pendidikan dialihkan ke sistem pembelajaran daring guna menjamin keselamatan siswa dan tenaga pendidik selama situasi konflik masih berlangsung.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, membagikan foto serangan tersebut, yang menurutnya menghancurkan sekolah perempuan dan menewaskan anak-anak yang tidak bersalah.
Kejahatan terhadap rakyat Iran ini tidak akan dibiarkan begitu saja,”
tulis Araghchi dalam sebuah unggahan di X.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, juga mengecam kejahatan terang-terangan tersebut dan mendesak tindakan dari Dewan Keamanan PBB.
Secara terpisah, kantor berita Mehr Iran melaporkan bahwa setidaknya dua siswa tewas akibat serangan Israel lainnya yang menghantam sebuah sekolah di sebelah timur ibu kota, Teheran.
Melaporkan dari Teheran, Mohammed Vall dari Al Jazeera mengatakan serangan-serangan tersebut mempertanyakan klaim AS dan Israel bahwa:
Mereka hanya menargetkan sasaran militer dan mereka mencoba menghukum rezim, bukan rakyat Iran.”
Presiden Trump telah berjanji kepada rakyat Iran bahwa bantuan akan segera datang, tetapi sekarang kita melihat korban sipil; itu adalah sesuatu yang akan ditekankan oleh pemerintah Iran sebagai pelanggaran hukum internasional dan agresi terhadap rakyat Iran,”
kata Vall.


