Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Jumat, 17 Apr 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • KPK
  • Headline
  • Korupsi
  • Purbaya
  • DPR
  • Spill
  • BMKG
  • iran
  • Banjir
  • sumatera
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Negosiasi Nuklir Jadi Kedok AS-Israel, Pakar: Serangan ke Iran Bermotif Perubahan Rezim
Internasional

Negosiasi Nuklir Jadi Kedok AS-Israel, Pakar: Serangan ke Iran Bermotif Perubahan Rezim

dusep-malik
Last updated: Maret 1, 2026 5:41 am
Dusep - Redaktur
Share
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika
Gambar ilustrasi perang Iran vs Amerika (Dokumen istimewa)
SHARE

Gelombang serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat bersama sekutunya Israel terhadap Iran pada Sabtu pagi, 28 Februari 2026 memicu eskalasi serius di kawasan Timur Tengah. Atas serangan itu Iran dilaporkan membalas dengan menyerang target Israel serta pangkalan militer AS di wilayah tersebut.

Daftar isi Konten
  • Negosiasi atau Manuver Strategis?
  • Serangan Udara Jadi Opsi Utama
  • Konflik Sulit Diredam

Serangan ini terjadi di tengah proses negosiasi ulang antara Washington dan Teheran terkait program nuklir Iran. Momentum tersebut memunculkan pertanyaan: mengapa operasi militer tetap dilakukan ketika jalur diplomasi masih berjalan?

Sejumlah pakar bahkan menilai langkah tersebut menunjukkan bahwa negosiasi kemungkinan hanya menjadi “kedok diplomatik”, sementara tujuan strategis yang lebih besar adalah perubahan rezim di Iran.

Negosiasi atau Manuver Strategis?

Presiden AS Donald Trump dalam video berdurasi delapan menit yang diunggah di Truth Social mengonfirmasi serangan tersebut. Ia bahkan menyatakan bahwa rakyat Iran akan “mengambil alih pemerintahan mereka” setelah operasi militer ini.

Pernyataan senada disampaikan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Ia menyebut operasi gabungan itu bertujuan “menghilangkan ancaman eksistensial” dari Republik Islam Iran dan menciptakan kondisi agar rakyat Iran dapat “mengubah nasib mereka”.

Wakil Ketua dan Direktur Komite Akademik Pusat Studi Strategis dan Internasional Rimpac Shanghai, Liu Qiang, menilai negosiasi yang dilakukan AS dengan Teheran kemungkinan besar bersifat simbolis.

Menurutnya, sejak Revolusi Iran 1979, perubahan rezim di Teheran merupakan tujuan jangka panjang kebijakan luar negeri AS. Ia menambahkan, tekanan ekonomi dan isolasi diplomatik Iran saat ini bisa dianggap Washington sebagai momentum strategis untuk meningkatkan koordinasi militer dengan Israel.

Pandangan serupa disampaikan profesor di Institut Studi Timur Tengah Universitas Studi Internasional Shanghai, Ding Long yang menilai, pola yang terjadi saat ini menyerupai skenario sebelumnya: negosiasi dijalankan, tetapi pada saat yang sama persiapan militer tetap dilakukan.

Negosiasi bisa saja hanya menjadi instrumen diplomatik, sementara aksi militer mencerminkan niat strategis yang sesungguhnya,”

ujar Ding dikutip dari Global Times, Minggu, 1 Maret 2026.

Ia memprediksi, konflik kali ini berpotensi lebih intens dibandingkan bentrokan sebelumnya. Namun demikian, ia menilai upaya perubahan rezim tetap tidak mudah diwujudkan, mengingat kesiapan militer dan jaringan regional Iran.

Serangan Udara Jadi Opsi Utama

Serangan yang dilaporkan media menyasar sejumlah fasilitas penting di Teheran, termasuk Kementerian Intelijen, Kementerian Pertahanan, Organisasi Energi Atom Iran, serta kompleks militer Parchin. Ledakan juga terdengar di beberapa kota seperti Isfahan, Qom, Karaj, Kermanshah, dan Tabriz.

Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan juga telah dipindahkan ke lokasi aman.

Trump dalam pernyataannya menyebut AS akan “menghancurkan rudal Iran, memusnahkan industri misilnya, dan melemahkan kekuatan lautnya”.

Sementara itu, Pakar militer China, Zhang Junshe, menilai fokus serangan terhadap Angkatan Laut Iran menunjukkan ambisi Washington untuk menguasai Teluk Persia dan mengamankan jalur strategis Selat Hormuz.

Menurutnya, AS saat ini mengerahkan jet tempur di Timur Tengah, termasuk dari dua kelompok tempur kapal induk, serta dukungan Angkatan Udara Israel. Sebanyak 12 jet tempur F-22 juga dilaporkan ditempatkan di Israel, sebuah langkah yang belum pernah dilakukan sebelumnya dalam konteks operasi tempur nyata.

Zhang memperkirakan perang darat kecil kemungkinannya terjadi. Selain risiko politik, faktor geografis Iran yang bergunung-gunung membuat operasi darat berbiaya tinggi dan berisiko besar, seperti pengalaman AS di Irak dan Afghanistan.

Serangan udara akan menjadi instrumen utama pada tahap ini,”

ujarnya.

Di sisi lain, Iran diperkirakan akan merespons dengan pengerahan rudal balistik dan drone, serta kemungkinan melibatkan kelompok sekutu regional seperti Houthi atau jaringan yang sering disebut sebagai Poros Perlawanan.

Konflik Sulit Diredam

Para analis menilai keberlanjutan negosiasi nuklir akan semakin sulit di tengah eskalasi militer ini. Jika pola serangan dan balasan terus berlanjut, konflik berisiko meluas dan melibatkan lebih banyak aktor regional.

Di tengah situasi tersebut, negosiasi yang semula diharapkan menjadi pintu de-eskalasi justru berpotensi berubah menjadi babak baru konfrontasi terbuka.

Tag:ASHeadlineiranIsraelNegosiasi nuklirPerubahan rezimSelat HormuzSerangan AS
Share This Article
Email Salin Tautan Print
dusep-malik
ByDusep
Redaktur
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE Media, yang meliput pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.

BERITA TERKINI

Indeks berita
Ilustrasi Hubungan Pasangan
Hype

Kenali Hubungan Red Flag dan Green Flag

Dalam memulai suatu hubungan, setiap individu pastinya memiliki rasa ingin tahu terhadap pasangannya masing-masing. Bagi generasi muda, tahap awal hubungan bukan hanya soal daya tarik, melainkan juga tentang memahami bagaimana…

By
Hilwa Urwatul Wutsqa
Rahmat
Ivan
2 Min Read
Wisudawati Datangi Lapas
Hype

Viral Momen Haru Wisudawati Datangi Lapas untuk Tunjukkan Kelulusan ke Sang Ayah

Baru-baru ini viral di media sosial kisah haru seorang wisudawati memamerkan momen kelulusannya di luar lapas tempat sang ayah menjalani hukuman penjara. Wanita tersebut datang ke lapas demi memamerkan toga…

By
Syifa Fauziah
Ivan
2 Min Read
Banten International Stadium (BIS)
Olahraga

BIS Belum Siap, Laga Dewa United vs Persib Digelar Tanpa Penonton

Pertandingan antara Dewa United Banten FC melawan Persib Bandung pada pekan ke-28 Super League Indonesia musim 2025/2026 dipastikan berlangsung tanpa kehadiran penonton. Pertandingan tersebut rencananya akan digelar di Banten International…

By
Hadi Febriansyah
Amin Suciady
2 Min Read

BERITA LAINNYA

Wabah lebah yang menyerbu pusat komersial Netivot.
Internasional

Ribuan Lebah Kuasai Langit Israel, Netizen Kaitkan dengan Kisah Alkitab

Israel dilanda wabah lebah yang menyerbu pusat komersial Netivot, di Israel selatan…

Syifa FauziahIvan OWRITE
By
Syifa Fauziah
Ivan
8 jam lalu
Sony Group Corporation
Internasional

Jepang Beri Subsidi Rp6 Triliun untuk Pabrik Sensor Sony di Kumamoto

Pemerintah Jepang akan memberikan subsidi hingga 60 miliar yen atau sekitar US$380…

Ani RatnasariIvan OWRITE
By
Ani Ratnasari
Ivan
9 jam lalu
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni.
Internasional

Italia Resmi Tangguhkan Perjanjian Pertahanan dengan Israel, Ini Penyebabnya

Italia resmi menangguhkan perjanjian pertahanan dengan Israel, yang melibatkan pertukaran peralatan militer…

iren natania longdongdusep-malik
By
Iren Natania
Dusep
13 jam lalu
Menteri Luar Negeri China, Wang Yi
Internasional

China Desak Iran Buka Selat Hormuz, Krisis Energi Mulai Terasa

China mendesak Iran untuk segera membuka kembali jalur strategis Selat Hormuz setelah…

hadi-febriansyah-owriteIvan OWRITE
By
Hadi Febriansyah
Ivan
1 hari lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up