Komentator politik dan jurnalis AS, Tucker Carlson, mengklaim bahwa Arab Saudi dan Qatar telah menangkap dan menahan agen Mossad Israel yang merencanakan pemboman di negara-negara tersebut.
Mengapa Israel melakukan pemboman di negara-negara Teluk, yang juga diserang oleh Iran? Bukankah mereka berada di pihak yang sama?,”
kata Carlson.
Israel ingin menyakiti Iran dan Qatar, dan UEA, dan Arab Saudi, dan Bahrain, dan Oman dan Kuwait,”
tambahnya, dikutip dari Middle East Eye, Rabu 4 Maret 2026.
Carlson juga menuduh bahwa Israel sengaja menabur kekacauan di antara sekutu Arab Amerika. Meski ia tidak menyebutkan secara langsung sumber dari klaim tersebut.
Diketahii, pada Februari lalu, pasukan Israel menahan Carlson dan anggota timnya tak lama setelah ia mewawancarai duta besar Washington untuk Israel, Mike Huckabee.
Dalam wawancara tersebut, Huckabee menyatakan bahwa orang Yahudi memiliki “hak ilahi” untuk menjajah tanah Palestina dan menyangkal identitas nasional Palestina.
Wawancara tersebut menyusul perselisihan publik antara keduanya setelah Carlson mengecam perlakuan Israel terhadap orang Kristen dan menuduh Huckabee gagal memastikan perlindungan bagi orang Kristen, yang menghadapi serangan dari pemukim Yahudi di Tepi Barat yang diduduki dan di Yerusalem.
Pada tahun 2025, setelah ia mengunjungi pengungsi Palestina dari Gaza di Qatar dan menuduh Israel membunuh anak-anak, sebuah kelompok advokasi pro-Israel di AS menobatkan Carlson sebagai “Anti-Semit Tahun Ini”, dengan alasan penentangannya terhadap genosida Israel di Gaza.
Pernyataan terbaru Carlson muncul di tengah serangan AS dan Israel yang sedang berlangsung terhadap Iran, setelah kedua negara melancarkan serangan gabungan yang menewaskan Pemimpin Tertinggi Teheran Ali Khamenei, dan beberapa pejabat senior lainnya, serta ratusan warga sipil pada hari Sabtu, 28 Februari 2026.
Sekitar 150 gadis tewas dalam serangan terhadap sebuah sekolah di Iran selatan dalam serangan awal.
Iran juga telah membalas dengan menyerang pangkalan-pangkalan Amerika di wilayah tersebut dan menutup jalur perdagangan minyak.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengatakan telah menargetkan lebih dari 500 situs AS dan Israel dengan menggunakan 700 drone dan ratusan rudal.
Pada hari Senin, serangan drone pun menyebabkan kebakaran di kilang minyak Aramco Arab Saudi di Ras Tanura.
Lebih jauh, harga gas di Eropa melonjak hampir 50 persen setelah pemogokan di Iran mendorong Arab Saudi untuk menutup kilang minyak terbesarnya, dan Qatar untuk menghentikan produksi gas alam cair (LNG).
Akibat ketegangan tersebut, penyedia asuransi telah membatalkan pertanggungan risiko perang untuk kapal-kapal di Teluk Persia.

