Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Konflik Timur Tengah Memanas, Pemerintah Bakal Evakuasi 15 WNI dari Iran via Azerbaijan

Pemerintah telah mempersiapkan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran meski jalur udara saat ini sedang ditutup akibat perang.

Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono
Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono (Foto: Instagram Sugiono)

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono mengatakan bahwa pemerintah telah mempersiapkan evakuasi Warga Negara Indonesia (WNI) dari Iran, menyusul dampak eskalasi akibat konflik Amerika Serikat-Israel vs Iran.

Sugiono menyampaikan bahwa dirinya telah menginstruksikan Duta Besar RI di Teheran tentang rencana tersebut.

Di tengah eskalasi yang semakin meningkat, tadi siang juga saya sudah memerintahkan kepada dubes kita di Teheran untuk mengambil langkah-langkah evakuasi yang segera jika memang ada masyarakat Indonesia yang menginginkan untuk dievakuasi,”

kata Sugiono di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Sebagai tahap awal, KBRI di Teheran sudah memastikan setidaknya ada 15 WNI yang siap dievakuasi. Hanya saja proses evakuasi dilakukan melalui Kota Baku di Azerbaijan.

Iklan

Evakuasi dari Teheran itu mereka harus di bawa ke Baku (Azerbaijan). Dari Teheran ke Baku itu 10 jam perjalanan darat,”

ujar Menlu.

Meski demikian, ia menjelaskan bahwa tidak semua WNI di wilayah terdampak konflik memilih untuk meninggalkan Iran. Pemerintah menghormati keputusan masing-masing warga. Namun, bagi mereka yang merasa perlu untuk kembali ke Tanah Air, negara memastikan prosesnya difasilitasi.

Perlu diketahui dari semua WNI yang ada di wilayah-wilayah terdampak tidak semuanya kemudian menyampaikan keinginan untuk dievakuasi. Tapi tadi disampaikan ada beberapa yang bersedia untuk dievakuasi dari wilayah Iran dan saya perintahkan untuk melaksanakan evakuasi bertahap tersebut,”

beber Sugiono.

Evakuasi akan dilakukan secara bertahap, dengan mempertimbangkan situasi keamanan di lapangan. Pemerintah juga terus memantau perkembangan terbaru, mengingat kondisi kawasan yang dinamis dan berpotensi berubah sewaktu-waktu.

Sugiono mengakui, situasi ke depan masih sulit diprediksi. Karena itu, kesiapsiagaan menjadi kunci. 

Ia pun mengikuti arahan Presiden agar seluruh jajaran pemerintah bersiap menghadapi segala kemungkinan.

Saya kira situasi ke depan masih akan terus berkembang, kita akan melihat apa yang akan terjadi. Tapi tadi juga disampaikan oleh Bapak Presiden bahwa apapun yang akan terjadi kita harus siap untuk menghadapi segala kemungkinan,”

jelasnya.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Reporter

    Natania Longdong adalah jurnalis di Owrite yang berfokus pada isu internasional, energi, dan lingkungan. Dengan pengalaman lebih dari empat

  • Redaktur

    Seorang senior editor di OWRITE Media, yang fokus pada pemberitaan seputar Bisnis, Ekonomi, Politik dan Peristiwa.