Teheran mendapatkan keuntungan dari perangnya dengan Amerika Serikat (AS), dengan ekspor minyak negara tersebut telah mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari. Laporan itu menurut kantor berita semi-resmi Iran, Tasnim, pada hari Kamis, 26 Maret 2026.
Tasnim melaporkan bahwa volume ekspor minyak harian Iran melebihi 1,5 juta barel selama bulan Ramadan. Angka ini menandai peningkatan penjualan sekitar 50 persen dibandingkan dengan tingkat sebelumnya.
Kantor berita tersebut juga mengatakan Iran telah menjual minyak dalam jumlah yang lebih besar dengan harga yang lebih dekat dengan patokan global, yang secara langsung meningkatkan pendapatan minyak.







