Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyampaikan bahwa konflik antara AS-Israel dan Iran diperkirakan akan segera berakhir dalam waktu dekat.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump di Gedung Putih pada Rabu 1 April 2026, di tengah situasi perang yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.
Trump mengungkapkan bahwa Amerika Serikat berencana menghentikan operasi militernya dalam waktu dua hingga tiga minggu ke depan. Ia bahkan menyebut bahwa tujuan utama dari konflik tersebut telah tercapai.
Lebih lanjut Trump juga menegaskan bahwa perang dapat diakhiri tanpa perlu melalui proses negosiasi dengan Iran.
am kesempatan tersebut, Trump menyampaikan pandangan tegas terkait kondisi Iran jika Amerika Serikat menghentikan keterlibatannya.
Yang harus saya lakukan hanyalah meninggalkan Iran, dan kita akan segera melakukannya, dan mereka akan runtuh,”
ujar Trump.
Tetapi kita sedang menyelesaikan pekerjaan ini, dan saya pikir mungkin dalam dua minggu, mungkin beberapa hari lebih lama, pasukan AS akan pergi,”
tambahnya.
Pernyataan Trump juga muncul saat ia ditanya mengenai lonjakan harga bahan bakar sejak konflik dimulai pada 28 Februari 2026.
Namun, ia tidak memberikan penjelasan detail terkait dampak ekonomi tersebut dan lebih menekankan pada strategi militer AS.
Seruan Damai dari Vatikan
Di sisi lain, Paus Leo XIV turut menanggapi perkembangan konflik tersebut. Ia menyebut bahwa Trump tengah berupaya mencari jalan keluar untuk mengakhiri perang.
Saya diberitahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan bahwa ia ingin mengakhiri perang, mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, mudah-mudahan ia sedang mencari cara untuk mengurangi jumlah kekerasan, pemboman,”
kata Paus dilansir AFP, Rabu 1 April 2026.
Paus menilai langkah untuk mengurangi konflik akan memberikan dampak besar dalam meredakan ketegangan dan kebencian yang terus meningkat di berbagai wilayah, khususnya Timur Tengah.
Hal itu akan menjadi kontribusi signifikan untuk menghilangkan kebencian yang sedang diciptakan dan yang terus meningkat di Timur Tengah dan tempat lain,”
ujar Paus.
Sebagai penutup, Paus menyerukan kepada seluruh pemimpin dunia untuk mengedepankan dialog sebagai solusi utama dalam menyelesaikan konflik.
Saya tentu akan terus menyerukan hal ini kepada semua pemimpin dunia untuk mengatakan ‘Kembali ke meja perundingan untuk berdialog, mari kita cari solusi untuk masalah’,”
kata Paus Amerika berusia 70 tahun itu.



