Lewati ke konten

OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia

Your Reading Dose, Right Here

Internasional

Dubes Iran Boroujerdi Ungkap Alasan Pilih Pakistan jadi Juru Damai Konflik

Alasan lain pemilihan Pakistan adalah netralitas, kedekatan geografis, dan jalur komunikasi efektif dengan kedua belah pihak, dan didukung Tiongkok.

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam acara diskusi bertajuk "Tatanan Dunia Baru? Pasca Gencatan Senjata & 40 Hari Syahadah Ayatullah Sayyid Al Khamenei" di Gedung C Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026.
Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi dalam acara diskusi bertajuk “Tatanan Dunia Baru? Pasca Gencatan Senjata & 40 Hari Syahadah Ayatullah Sayyid Al Khamenei” di Gedung C Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026. (Dokumen istimewa)

Duta Besar Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi mengungkap alasan negaranya memilih Pakistan menjadi juru damai atas konflik dengan Amerika Serikat dan Israel. 

Pemerintah Indonesia juga menawarkan diri sebagai penengah konflik, namun akhirnya Pakistan yang terpilih menjadi mediator. 

Kami melihat Perdana Menteri Pakistan telah melakukan banyak kegiatan, banyak usaha untuk gencatan senjata di wilayah,” 

kata dia di Universitas Paramadina, Jakarta Timur, Sabtu, 11 April 2026.

Boroujerdi mengatakan, pihaknya menerima tawaran yang ditengahi oleh Pakistan karena pemerintah negara itu meyakini Iran dan lawannya untuk bernegosiasi. 

Iklan

Kemudian dari usaha-usaha yang dilakukan oleh Perdana Menteri (Pakistan), dia juga berusaha meyakinkan kami serta meyakinkan lawan untuk kemudian bernegosiasi di Pakistan,”

ucap Boroujerdi.

April 2026, Pakistan muncul sebagai mediator kunci dalam konflik tiga negara ini. Pakistan memfasilitasi gencatan senjata dua pekan dan merencanakan perundingan di Islamabad. 

Pilihan EditorAdi Briantika dan Amin Suciady

Beda Suara Soal Tanker RI di Hormuz: Kemenlu Klaim Aman, Dubes Iran Bongkar Fakta Sebenarnya

Alasan lain pemilihan Pakistan adalah netralitas, kedekatan geografis, dan jalur komunikasi efektif dengan kedua belah pihak, dan didukung Tiongkok.

Sementara, Sekjen PBB Antonio Guterres, menyambut baik gencatan senjata selama dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran. Hal itu disampaikan Juru Bicara Sekjen PBB Stephane Dujarric, 7 April. 

(Sekjen Guterres) menyerukan kepada semua pihak yang terlibat dalam konflik di Timur Tengah untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum internasional dan mematuhi ketentuan gencatan senjata, guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di kawasan tersebut,”

ujar Dujarric. 

Hal itu disampaikan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump, mengumumkan persetujuannya untuk menangguhkan pemboman dan serangan terhadap Iran selama dua pekan.

Guterres juga menekankan penghentian segera, menjadi sangat penting untuk melindungi nyawa warga sipil dan mengurangi penderitaan manusia di tengah krisis.

Iklan

Topik terkait

Penulis dan penyunting

  • Asred

    Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.

  • Redaktur Pelaksana

    Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal