Setelah ramai perbincangan mengenai persetujuan akses lintas udara militer Amerika Serikat (AS) di wilayah udara Indonesia, di mana pesawat militer AS dapat melewati wilayah udara RI tanpa izin, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengumumkan babak baru perjanjian antara RI dan AS.
Dalam keterangan resmi melalui situs Kemhan AS, Hegseth telah bertemu dengan Menteri Pertahanan Indonesia Sjafrie Sjamsoeddin, pada Senin, 13 April 2026, di Pentagon.
Kedua pemimpin sepakat untuk meningkatkan hubungan pertahanan bilateral AS-Indonesia menjadi Kemitraan Kerja Sama Pertahanan Utama. Kemitraan baru ini akan berfungsi sebagai kerangka kerja untuk meningkatkan kolaborasi operasional, bermitra dalam modernisasi pertahanan, dan meningkatkan pelatihan serta interoperabilitas,”
kata Kementerian Pertahanan AS.
Selama pertemuan, Hegseth memuji Indonesia atas partisipasinya dalam Dewan Perdamaian dan memainkan peran utama dalam Pasukan Stabilisasi Internasional.






