Direktur Geopolitik Great Institute Teguh Santosa merespons pandangan publik Indonesia yang mencampuradukkan konflik Timur Tengah, khususnya peran Board of Peace (BOP), dan eskalasi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran.
Ia menyorot banyak kecaman dari dalam negeri yang menuding BOP berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan Israel. Padahal, BOP merupakan instrumen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang lahir dari resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan demi perdamaian di Gaza.
Resolusi itu tentang Gaza, bukan tentang lain-lain, bahkan bukan tentang Palestina bahkan, tapi tentang Gaza. Nama BOP memang keluar dari comprehensive plan yang diusulkan oleh Donald Trump,”
kata Teguh kepada Owrite.id.
Dia juga menepis narasi perihal serangan Israel dan Amerika Serikat kepada Iran merupakan bagian dari operasi BOP. Konflik ketiga negara itu ialah problem klasik sebelum Revolusi 1979 yang tidak berkaitan dengan tugas BOP di Gaza.







