Dengan menggunakan situs ini, kamu menyetujui Kebijakan Privasi and Ketentuan Penggunaan OWRITE.
Accept
Sabtu, 25 Jul 2026
Linkbio
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x
  • Politik
  • Olahraga
  • Hukum
  • Ekbis
  • WARGA SPILLNew
  • Sefruit
  • Lainnya
    • Hype
    • Internasional
    • Megapolitan
    • Daerah
Sign In
  •   ❍
  • Indeks Berita
  • Akun saya
  • Kirim Tulisan
  • Jadwal Piala Dunia
  • Headline
  • KPK
  • Sepak Bola
  • DPR
  • Korupsi
  • Piala Dunia 2026
  • prabowo
  • MBG
  • Purbaya
  • Prabowo Subianto
OWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan DuniaOWRITE | Berita Terkini di Indonesia dan Belahan Dunia
Font ResizerAa
  • Indeks Berita
  • Baca ulang
  • Koleksi
  • Eksplor
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Hype
  • Ekonomi Bisnis
  • Megapolitan
  • Olahraga
  • Daerah
Search
  • Warga SpillNew
  • Politik
  • Nasional
  • Internasional
  • Ekonomi Bisnis
  • Hype
  • Megapolitan
  • Daerah
  • Olahraga
  • Kelola Tulisan
  • Kirim Tulisan
  • Akun Saya
Have an existing account? Sign In
Follow US
  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
© 2025 PT. OWRITE Media Digital.
Home / Internasional / Great Institute: Jangan Campur Aduk Konflik Iran-AS dengan Tugas BOP
Internasional

Great Institute: Jangan Campur Aduk Konflik Iran-AS dengan Tugas BOP

owrite-adi-briantikaAmin-Suciady-Owrite
Last updated: April 20, 2026 4:30 pm
By
Adi Briantika
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Follow:
Amin Suciady
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya,...
Follow:
3 bulan lalu
Share
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa. (Foto: owrite.id)
Direktur Geopolitik Great Institute, Teguh Santosa. (Foto: owrite.id)
SHARE

Direktur Geopolitik Great Institute Teguh Santosa merespons pandangan publik Indonesia yang mencampuradukkan konflik Timur Tengah, khususnya peran Board of Peace (BOP), dan eskalasi antara Amerika Serikat-Israel dan Iran. 

Ia menyorot banyak kecaman dari dalam negeri yang menuding BOP berada di bawah pengaruh Amerika Serikat dan Israel. Padahal, BOP merupakan instrumen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang lahir dari resolusi Dewan Keamanan PBB 2803, yang bertujuan demi perdamaian di Gaza. 

Resolusi itu tentang Gaza, bukan tentang lain-lain, bahkan bukan tentang Palestina bahkan, tapi tentang Gaza. Nama BOP memang keluar dari comprehensive plan yang diusulkan oleh Donald Trump,” 

kata Teguh kepada Owrite.id.

Dia juga menepis narasi perihal serangan Israel dan Amerika Serikat kepada Iran merupakan bagian dari operasi BOP. Konflik ketiga negara itu ialah problem klasik sebelum Revolusi 1979 yang tidak berkaitan dengan tugas BOP di Gaza. 

Itu bukan serangan oleh BOP, (tapi) serangan Amerika Serikat dan Israel, karena mereka punya urusan lama sama Iran. Jangan digabungkan. Karena BOP, bertugas (soal) Gaza,” 

sambung dia.

Bahkan Ayatollah Ruhollah Khomeini, eks pemimpin tertinggi Revolusi Islam Iran, setelah revolusi tahun 1979, mengibaratkan Setan Besar (The Great Satan/Shaitan-e Bozorg) ditujukan kepada Amerika Serikat; dan Setan Kecil (The Lesser Satan/Shaitan-e Kuchak) ditujukan kepada Israel. Istilah itu pula yang membuat narasi sebaiknya Indonesia keluar dari lingkaran BOP. 

Teguh berpendapat desakan agar Indonesia tarik diri dari BOP lantaran terdapat Israel dan Amerika Serikat, hal tersebut ia nilai tak logis. 

Susah, ya? Karena Israel dan Amerika Serikat juga anggota PBB. Misalnya, Indonesia keluar dari BOP karena ada dua ‘setan’ di situ, maka Indonesia mesti keluar juga dari PBB,”

ucap Teguh menganalogikan. 

Ia meminta publik tidak mencampuradukkan urusan perdamaian di Gaza dengan urusan tradisional Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Kemudian, Teguh juga merespons pertanyaan publik ihwal penyebab Israel menjadi anggota BOP, sedangkan Palestina tidak. 

Alasannya karena secara regulasi resolusi Dewan Keamanan PBB, anggota BOP harus berstatus member state (negara berdaulat yang telah diterima menjadi anggota PBB), sementara saat ini Palestina masih berstatus observer state (negara pengamat). 

Tag:Amerika SerikatBoard of PeaceBOPDonald TrumpiranIsraelPBBperangPresiden
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Salin Tautan
owrite-adi-briantika
ByAdi Briantika
Asred
Follow:
Seorang jurnalis di OWRITE, yang meliput isu nasional, politik, hukum dan kriminal.
Amin-Suciady-Owrite
ByAmin Suciady
Redaktur Pelaksana
Follow:
Amin Suciady adalah jurnalis di OWRITE yang meliput politik, hukum, ekonomi, dan peristiwa. Ia juga dikenal sebagai peneliti sejarah lokal Jakarta — diwujudkan lewat dua bukunya, Toponimi Jakarta Barat dan Toponimi Jakarta Timur, yang mendokumentasikan asal-usul nama wilayah dan jejak budaya ibu kota.
Trending di OWRITE
Cak Imin Dukung Prabowo Dua Periode: Biar Pemerintahan Kuat
By Natania Longdong
Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin) di Komplek Parlemen, Jakarta. (Sumber: Fraksi PKB)
1
Resmi Ditahan Kejagung, Febrie Adriansyah: Saya Merasa Memang Ini Kriminalisasi
By Rahmat Baihaqi
Eks Jampidsus Febrie Adriansyah ditahan usai diperiksa sebagai tersangka.
2
Prabowo Sindir Wartawan hingga LSM: ‘Londo Ireng’ Berkeliaran di Indonesia, Cuma Ganti Baju!
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
3
PKB Curi Start Lewat Tema Prabowonomics, Siapkan Tiket Cawapres untuk Cak Imin
By Rahmat Tunny
Presiden Prabowo Subianto, Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad di pembukaan Harla PKB-28.
4
Goda PDIP yang Ada di Luar Koalisi, Prabowo: Sebetulnya Hatinya Sama dengan Kita
By Natania Longdong
Presiden Prabowo Subianto memberikan pidato saat menghadiri peringatan Harlah ke-28 PKB di Jakarta, Kamis (23/7/2026).
5

BERITA LAINNYA

Gedung Pancasila Kemlu. (sumber: Kemlu)
Internasional

Kemlu Angkat Suara soal Serangan Kapal Komersial di Laut Merah, Ini Sikap Indonesia

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengecam serangan terhadap kapal-kapal komersial yang melintas…

iren natania longdongdusep-malik
By
Natania Longdong
Dusep Malik
10 jam lalu
DPR AS menyetujui RUU Otorisasi Pertahanan Nasional Tahun Fiskal 2027 senilai US$1,15 triliun atau sekitar Rp20.580 triliun.
Internasional

AS Kian Mesra dengan Israel, RUU Pertahanan dengan Anggaran Jumbo Disahkan

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Amerika Serikat menyetujui Rancangan Undang-Undang Otorisasi Pertahanan Nasional…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
11 jam lalu
Ilustrasi Tentara AS terluka imbas serangan drone Iran.
Internasional

Iran Gempur Pangkalan AS, 12 Tentara Amerika Terluka Parah dan Dievakuasi ke Jerman

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah kembali memakan…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
12 jam lalu
Pemimpin negosiasi sekaligus Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Qalibaf.
Internasional

Trump Ancam Iran, Balasan Qalibaf Lebih Mengerikan untuk Negara Timur Tengah

Ketua Parlemen Iran dan kepala negosiator Mohammad Bagher Qalibaf mengatakan situasi di…

iren natania longdongHardani Triyoga
By
Natania Longdong
Hardani Triyoga
14 jam lalu
OWRITE Logo 2x OWRITE Dark Background Logo 2x

Your Reading Dose, Right Here:
Tetap terhubung dengan berita terkini dan informasi terkini secara langsung. Dari politik dan teknologi hingga hiburan dan lainnya, kami menyediakan liputan langsung yang dapat Anda andalkan, menjadikan kami sumber berita tepercaya.

Info lainnya

  • Redaksi
  • Beriklan
  • Tentang Kami
  • Pedoman Media
  • Kebijakan Privasi
FacebookLike
InstagramFollow
YoutubeSubscribe
TiktokFollow
© PT. OWRITE Media Digital. All Rights Reserved.
OWRITE Logo OWRITE Dark Background Logo 2x
Everything's gonna be owrite!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?

Not a member? Sign Up